KENDARI, PUBLIKREACTION.ID – Sekitar 50 hektare lahan pertanian di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara terdampak kekeringan parah dan dipastikan tidak dapat diselamatkan. Kondisi ini diperparah dengan menurunnya debit sejumlah sumber mata air yang menjadi sumber utama irigasi.
Bupati Muna Barat La Ode Darwin mengatakan, Pemda saat ini sedang melakukan pemetaan wilayah terdampak untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
“Kami telah melakukan berbagai langkah penanganan, termasuk bekerja sama dengan BWS dalam mendukung operasional pompa air. Salah satu bantuan yang diberikan adalah penyediaan bahan bakar minyak untuk mengoperasikan pompa yang mengalirkan air ke lahan pertanian terdampak,” kata La Ode Darwin di Kendari, Kamis (10/09/2026).
Bupati Darwin menyebut penggunaan pompa air masih menghadapi kendala karena sumber mata air juga mengalami penyusutan debit.
“Pompa membutuhkan sumber air yang cukup untuk dapat digunakan secara maksimal, sementara di beberapa lokasi sumber mata air justru mengalami penyusutan debit,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Muna Barat Muhammad Naazirun merinci, berdasarkan pendataan sementara 50 hektare lahan sawah dipastikan mengalami puso atau gagal panen. Sementara 59 hektare lainnya masih diupayakan untuk diselamatkan.
“Jadi, berdasarkan hasil pantauan kami di lapangan 50 hektare lahan sawah di Muna Barat sudah dipastikan mengalami puso. Sementara, sekitar 59 hektare masih coba kita selamatkan,” kata Naazirun.
Lahan yang puso tersebar di 2 desa yaitu Desa Kasimpa Jaya sebanyak 47 hektare dan Desa Wulanga Jaya sebanyak 3 hektare.
Dari luas lahan di Desa Kasimpa Jaya yang puso, potensi kehilangan produksi padi mencapai 647 ton. Saat ini tim. pertanian juga masih melakukan identifikasi terhadap tanaman jagung dan komoditas lain yang terdampak.
Untuk penanganan jangka pendek, Pemda bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) menyalurkan bantuan BBM untuk menghidupkan pompa air.
Rinciannya terdiri dari Pemda sebanyak 450 liter Pertamax, dari BWS sebanyak 1.360 liter Pertamax dan 300 liter Solar sehingga totalnya sebanyak 2.110 liter.
“Penyaluran bantuan BBM dilakukan sejak 13 Agustus 2026, dua kali dalam seminggu atas arahan Bupati dan hasil konsultasi dengan BWS,” beber Naazirun.
Atas gerak cepat ini, beberapa kelompok tani sudah berhasil melakukan panen sejak minggu lalu.
Pemda juga menugaskan instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan di lapangan, khususnya pada wilayah pertanian yang terancam kekeringan. Sejumlah jaringan irigasi dilaporkan mulai kekurangan pasokan air akibat berkurangnya debit sumber mata air.
“Kondisi kekeringan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena sektor pertanian memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan pangan daerah,” tegas Naazirun.
Ke depan, Pemda akan memaksimalkan upaya mitigasi dan penyediaan infrastruktur pendukung agar persoalan serupa tidak kembali menimbulkan kerugian besar bagi petani. Proses identifikasi total luas lahan sawah, jagung, dan komoditas lain yang terdampak masih terus dilakukan.













