BAUBAU, PUBLIKREACTION.ID – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Suleman, memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah kepala daerah wilayah kepulauan Sulawesi Tenggara terkait persoalan distribusi dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Baubau, Kamis (3/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Pertamina Baubau tersebut menjadi pintu masuk sebelum tim melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Muna Barat pada Jumat (4/9/2026).
Turut hadir dalam rapat tersebut Bupati Muna Barat Laode Darwin, Bupati Muna, Wali Kota Baubau, Bupati Buton Selatan, dan Bupati Wakatobi.
Selain Dirjen Migas, hadir pula Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudin Anas, serta jajaran PT Pertamina Patra Niaga.
Kehadiran jajaran pimpinan Kementerian ESDM dan BPH Migas di Sultra merupakan tindak lanjut atas aspirasi pemerintah daerah terkait persoalan distribusi dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Aspirasi itu sebelumnya disampaikan Bupati Muna Barat Laode Darwin saat audiensi ke Kementerian ESDM pada 27 Agustus 2026.
“Kami hadir ingin mengecek secara langsung apakah alokasi BBM sudah terdistribusi dengan baik, setelah sebelumnya kami mendapat laporan dari kunjungan Bupati Muna Barat, Pak Laode Darwin, baru-baru ini,” ungkap Kepala BPH Migas Wahyudin Anas di hadapan para kepala daerah.

Senada, Dirjen Migas Laode Suleman mengatakan kunjungan ke daerah merupakan upaya pemerintah pusat mendengarkan langsung aspirasi pemda sekaligus memetakan kondisi riil distribusi dan ketersediaan minyak dan gas.
“Makanya saya hadir dan saya juga mengajak Kepala BPH Migas dan Patra Niaga,” tandas Laode Suleman.
Usai rapat, rombongan Dirjen Migas bersama Kepala BPH Migas dijadwalkan bertolak ke Kabupaten Muna Barat. Di sana tim akan meninjau langsung kondisi distribusi BBM dan lokasi rencana pembangunan SPBU baru.













