Bupati Muna Barat Akan Keluarkan 4 Langkah Penanganan Antrian Panjang BBM

Audiensi Pemda Muna Barat bersama Pemilik SPBU Kambara (Publik Reaction)

MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Bupati Muna Barat La Ode Darwin turun langsung meninjau SPBU Kambara untuk memastikan dan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kepadatan antrian BBM.

Keluhan tersebut disampaikan warga baik melalui media sosial maupun laporan langsung.

Kehadiran Pemda bersama jajaran dilakukan untuk mendiskusikan solusi mengurai antrian panjang yang terjadi di SPBU.

“Kami hadir untuk mendengarkan langsung keluhan masyarakat dan mencari solusi agar pelayanan BBM bisa lebih tertib dan tidak memberatkan warga,” ujar Bupati Darwin saat di lokasi, Rabu (12/8/2026).

Dalam diskusi bersama pengelola SPBU dan Forkopimda, Pemkab Muna Barat mengeluarkan 4 langkah penanganan.

Pertama, akan dikeluarkan surat himbauan agar ASN di lingkup Pemda Muna Barat sementara waktu menggunakan Pertamax.

Kedua, Pemda akan menghimbau para penjual pengecer agar tidak menjual BBM dengan harga terlalu tinggi. Saat ini harga Pertalite di Pertamina Rp10.000 per liter, namun di pengecer mencapai Rp18.000.

“Saya mendapat laporan dari masyarakat harga pertalite mencapai Rp18.000 sehingga harga ini sudah sama dengan harga Pertamax di Pertamina,” kata Bupati Darwin.

Ketiga, akan dilakukan penertiban jalur pengantri di SPBU agar kepadatan dapat terurai. Pemda juga menegaskan akan memberikan tindakan tegas jika imbauan tidak diindahkan.

“Imbauan ini bukan untuk menghalangi masyarakat mencari penghasilan, tetapi kami minta pengecer memberikan harga yang rasional agar masyarakat punya alternatif, mau isi di SPBU atau di pengecer,” tegasnya.

Bupati Darwin juga menyampaikan bahwa saat ini kuota BBM jenis pertalite di Muna Barat hanya 8.000 liter per hari. Jumlah tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Untuk itu kami terus berupaya melakukan penambahan kuota serta mengusulkan pembangunan SPBU baru sebanyak 2 sampai 3 unit ke BPH Migas,” jelasnya.

Ia mengatakan dengan penambahan kuota dan SPBU, diharapkan antrean panjang dan kelangkaan BBM bisa diatasi, serta harga di pasaran bisa lebih stabil.

Darwin mengajak masyarakat untuk tertib antri dan tidak melakukan penimbunan BBM.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!