Example 728x250

Tragis di Wapae Jaya: Janin 6 Bulan Ikut Jadi Korban Mutilasi Sapi

Kondisi sapi yang termutilasi di Desa Wapae Jaya, Kecamatan Tiworo Tengah. (Publik Reaction/Ist)

MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Sore itu seharusnya jadi rutinitas biasa bagi Wayan Sweta. Seperti puluhan tahun terakhir, ia berjalan ke padang di belakang Kantor Camat Tiworo Tengah untuk memindahkan sapinya. Tapi Jumat, 24 April 2026 itu berbeda.

Langkahnya terhenti. Di tanah, tergeletak sisa-sisa sapinya yang sudah tak berbentuk. Dagingnya raib. Yang tersisa hanya kepala, tumpukan tulang, dan yang paling memilukan janin berusia 6 bulan ikut mati bersama induknya.

“Pemilik sapi rencananya mau pergi kasi pindah sapinya, ternyata setelah tiba di lokasi dia melihat sapinya sudah dimutilasi,” kata Otniel, warga setempat.

Dugaan sementara, kawanan pencuri melumpuhkan sapi itu dengan jagung muda bercampur racun. Setelah tak berdaya, sapi dipotong di tempat agar mudah diangkut. Anehnya, pelaku meninggalkan sebagian organ dan janin di lokasi.

“Sudah puluhan tahun Pak Wayan pelihara sapi, baru kali ini terjadi. Setiap sore sudah menjadi aktivitasnya memindahkan sapi. Tapi ia kaget sapinya sudah tidak bernyawa.” ujar Otniel.

Jumat sore, lubang digali. Kepala, tulang, dan janin itu dikubur bersamaan. Polisi datang tak lama setelahnya, memulai penyelidikan di antara sisa darah yang mengering di tanah Wapae Jaya.

Di Muna Barat, kehilangan seekor sapi berarti kehilangan tabungan. Kehilangan seekor induk bunting berarti kehilangan masa depan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *