MUNA, PUBLIKREACTION.ID – Situs seni cadas prasejarah di Desa Liang Kabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna kembali menarik perhatian wisatawan mancanegara. Senin (20/7/2026).
Seorang turis asal Belanda, Yara Meilink mengaku takjub setelah menyaksikan langsung lukisan gua tertua di dunia yang ada di kawasan tersebut.
Wisatawan itu menyebut pengalaman berjalan di dalam gua yang sama dengan para seniman prasejarah puluhan ribu tahun lalu sebagai momen yang sangat istimewa dan membekas.
“Saya sangat terkesan dengan banyaknya lukisan di sana dan beragam hal yang digambarkannya. Rasanya luar biasa berada di tempat yang juga pernah dilalui orang-orang zaman dahulu,” ujarnya via Instagram.
Menurutnya, gua tersebut memiliki kekayaan lukisan dengan berbagai gaya. Ada gambar matahari, hewan, hingga sosok manusia. Dominasi warna merah dan hitam pada lukisan membuatnya ingin berlama-lama mengamati setiap karya.
Hal yang paling menyentuh baginya adalah keberadaan jejak tangan atau hand stencil di dinding gua.
“Melihat jejak tangan mereka membuat saya makin penasaran tentang siapa mereka dan bagaimana cara hidup dulu. Rasanya sangat istimewa bisa melihat jejak yang mereka tinggalkan di dinding-dinding itu,” katanya.
Ia juga membandingkan pengalamannya dengan kunjungan ke situs seni gua di Prancis. Menurutnya, melihat lukisan tertua yang diketahui saat ini di Indonesia membuat tempat ini menjadi yang paling mengesankan.
Wisatawan tersebut mengapresiasi keramahan pemandu lokal yang memberikan penjelasan detail mengenai lukisan dan metode penanggalan yang digunakan peneliti.
“Mereka sangat ramah! Pemandu menunjukkan banyak lukisan dan menjelaskan dengan sangat baik. Rasanya disambut dengan hangat,” ujarnya.
Sebagai mahasiswa sejarah, ia mengaku sangat tertarik dengan penjelasan ilmiah tentang bagaimana para ahli menentukan usia lukisan di dalam gua.
Baginya, kunjungan itu menjadi bukti bahwa kreativitas adalah kebutuhan dasar manusia di mana pun dan kapan pun.
“Menarik melihat bahwa manusia memang selalu menciptakan seni. Melihat jejak tangan dan lukisan mereka membuat saya merasa lebih dekat dengan sejarah dan orang-orang yang pernah menapaki tanah ini sebelum saya,” ucapnya.
Tingginya antusiasme wisatawan mancanegara ini dinilai menjadi potensi besar bagi pengembangan wisata budaya dan arkeologi di Kabupaten Muna, khususnya untuk memperkenalkan warisan dunia kepada khalayak global.
(Hasil terjemahan)














