MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Kabupaten Muna Barat mendapat kuota terbanyak untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) se-Sulawesi Tenggara.
Keberhasilan itu merupakan hasil lobi dan upaya Bupati Muna Barat sehingga program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto tersebut dikucurkan di 5 desa di wilayahnya. Jumlah itu menjadi yang terbanyak dari 17 kabupaten/kota di Sultra.
Kelima desa penerima program tersebut adalah Desa Lasama, Desa Tondasi, Desa Bangko, Desa Tanjung Pinang, dan Desa Latawe.
Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, Andi Mannojengi mengatakan, KNMP merupakan program prioritas Presiden Prabowo yang akan dibangun di seluruh kabupaten/kota di Indonesia dengan total keseluruhan mencapai 1.369 lokasi.
“Pembangunan KNMP tidak berhenti sampai di sini. Ini adalah program prioritas nasional,” ujarnya.
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyebut pembangunan KNMP menjadi langkah strategis pemerintah dalam membangkitkan ekonomi masyarakat pesisir.
“Program ini tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan kampung-kampung nelayan menuju kawasan yang lebih maju, produktif, modern, dan berdaya saing,” ujar Bupati.
Ia merinci, hingga saat ini telah disetujui pembangunan lima lokasi KNMP di Muna Barat dengan total anggaran sebesar Rp24 miliar.
Peletakan batu pertama dimulai di Desa Lasama sebagai lokasi seremonial. Sementara pembangunan koperasi nelayan akan dilaksanakan di Desa Lasama, Desa Tondasi, dan Desa Latawe. Desa Tanjung Pinang dan Desa Bangko akan menyusul sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Pembangunan KNMP mengusung konsep integrasi dari hulu hingga hilir untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah pesisir. Sejumlah fasilitas yang akan dibangun antara lain pabrik es, gudang beku atau cold storage, bengkel kapal, tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, kios perbekalan nelayan, sentra kuliner, penerangan kawasan, hingga jalan lingkungan.
“Dengan hadirnya fasilitas tersebut, kualitas hasil tangkapan akan tetap terjaga sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Nelayan tidak lagi bergantung pada penjualan segera dengan harga rendah,” jelas Bupati.
Program KNMP merupakan bagian dari implementasi Ekonomi Biru yang dicanangkan Pemerintah RI melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan target pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia.
Bupati juga menyebut Pemkab Muna Barat telah membangun konektivitas dengan Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari sebagai langkah awal memperkuat jaringan pemasaran dan pengembangan potensi perikanan daerah.
“Saya meyakini bahwa apabila seluruh potensi ini kita kelola dengan baik, maka sektor kelautan dan perikanan akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Muna Barat. Nelayan bukan sekadar pencari ikan. Nelayan adalah penjaga ketahanan pangan dan pejuang ekonomi di wilayah pesisir,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemkab tidak berhenti di 5 lokasi. Saat ini Pemda terus memperjuangkan tambahan tujuh lokasi baru melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan agar semakin banyak masyarakat pesisir merasakan manfaat program ini.
“Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan komitmen dan partisipasi aktif seluruh masyarakat. Mari kita jaga dan manfaatkan seluruh fasilitas ini sebagai kebanggaan masyarakat pesisir Muna Barat,” pungkas Bupati.














