MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – DPRD Kabupaten Muna Barat mendorong Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara untuk mengambil peran strategis dalam mengawal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan memperkuat kolaborasi Muna Raya.
Dorongan itu disampaikan Anggota Komisi III sekaligus Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Muna Barat, La Ode Sariba, SP, menanggapi komitmen KKMM dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurut La Ode Sariba, kekayaan budaya Muna yang diwariskan turun-temurun tidak boleh hanya hidup dalam cerita dan ingatan. Warisan itu harus dicatat, dilindungi, dan memiliki pengakuan hukum agar tidak hilang maupun diklaim pihak lain.
Ia berharap KKMM dapat memfasilitasi kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah untuk mempercepat inventarisasi, pendokumentasian, hingga penerbitan HKI terhadap ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional, seni, kerajinan, motif, bahasa, dan warisan budaya lainnya.
“Kita tidak boleh hanya bangga memiliki budaya yang kaya, tetapi lalai melindunginya. Warisan budaya harus memiliki pengakuan hukum agar tetap menjadi milik masyarakat Muna dan menjadi aset pembangunan di masa depan. Di sinilah kami berharap KKMM dapat menjadi penghubung yang menyatukan pemerintah daerah, lembaga adat, akademisi, dan masyarakat,” ujar La Ode Sariba.
Ia menegaskan, Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah secara historis, adat, bahasa, dan budaya merupakan satu kesatuan dengan akar peradaban yang sama, meskipun dipisahkan batas administrasi.
“Budaya tidak mengenal batas administrasi. Ketika budaya kita terlindungi melalui HKI, bukan hanya identitas daerah yang semakin kuat, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya,” katanya.
La Ode Sariba juga mengapresiasi komitmen KKMM yang menggagas program pelayanan sosial berupa penyediaan mobil ambulans, tenda, kursi, dan perlengkapan pendukung lainnya untuk masyarakat.
“Ini adalah bentuk gotong royong yang patut diapresiasi. Kehadiran ambulans, tenda, dan berbagai fasilitas sosial akan sangat membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial maupun situasi darurat,” ujarnya.
Ia memastikan DPRD Muna Barat siap mendukung program-program tersebut melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Lebih lanjut, La Ode Sariba mendorong KKMM menjadi fasilitator lahirnya forum kolaborasi tiga kabupaten untuk pengembangan pariwisata, promosi budaya, penyelenggaraan festival, hingga penguatan konektivitas transportasi kawasan.
Ia menyoroti pentingnya keberlanjutan operasional Bandara Sugimanuru sebagai gerbang utama Muna Raya yang melayani mobilitas masyarakat Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah.
“Bandara Sugimanuru adalah pintu gerbang Muna Raya. Jika konektivitas udara semakin baik, maka pariwisata akan tumbuh, investasi akan lebih mudah masuk, UMKM berkembang, dan roda perekonomian masyarakat akan bergerak lebih cepat,” tegasnya.
“Silaturahmi Akbar KKMM hendaknya menjadi titik awal lahirnya gerakan besar Muna Raya. Jika budaya kita terlindungi, pelayanan sosial semakin kuat, pariwisata berkembang, dan konektivitas transportasi semakin baik, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutup La Ode Sariba.














