Tembus Nasional, Pustaka Barakati Muna Barat Raih Bantuan Literasi Rp50 Juta dari Kemendikdasmen

Salah satu kegiatan Pustaka Barakati Muna Barat. (Publik Reaction/Ist)

MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Taman Baca Masyarakat Pustaka Barakati Desa Marobea, Kabupaten Muna Barat, berhasil lolos sebagai penerima Bantuan Fasilitasi Komunitas Literasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI tahun 2026.

Pengelola Pustaka Barakati, La Ode Abdul Wahid mengatakan bantuan senilai Rp50 juta itu akan digunakan untuk menggelar 4 kegiatan literasi sepanjang Agustus hingga September.

Dari ratusan proposal yang diajukan komunitas literasi se-Indonesia, hanya 110 komunitas yang dinyatakan lolos. Di Provinsi Sulawesi Tenggara, Pustaka Barakati menjadi salah satu dari 3 komunitas yang terpilih.

“Sejak 2024 kami dibina dan didampingi Balai Bahasa Sulawesi Tenggara. Tahun ini kami memberanikan diri mengusulkan proposal ke Kemendikdasmen. Alhamdulillah lolos,” ujar Wahid, Senin (24/8/2026).

Keempat kegiatan akan dipusatkan di Gedung Serbaguna Desa Marobea. Untuk saat ini panitia tengah membuka penjaringan peserta.

Wahid menyebutkan empat kegiatan itu terdiri dari workshop penggerak komunitas literasi pada 27 Agustus 2026. Menyasar penggerak komunitas literasi se-Kabupaten Muna dan Muna Barat dengan kuota 30 peserta.

Kemudian, workshop mengulas buku bagi Guru dan Siswa SD/Sederajat se-Kabupaten Muna Barat pada 29 Agustus 2026 dengan kuota 45 peserta.

Selanjutnya, workshop menulis dan membaca Puisi bagi remaja se-Kabupaten Muna Barat pada 31 Agustus 2026 dengan kuota 50 peserta.

Tak hanya itu, diadakan juga lomba literasi pada 15 September 2026. Terdiri dari 2 kategori meliputi lomba mengulas buku tingkat SD/Sederajat dan lomba membaca puisi tingkat Remaja se-Kabupaten Muna Barat dengan kuota 30 peserta.

Wahid berharap masyarakat semakin menyadari keberadaan komunitas literasi di desa. Dengan koleksi bacaan yang dimiliki, komunitas ini ingin menjadi ruang bertumbuh untuk pengembangan literasi yang dapat menunjang aktivitas keseharian warga.

“Komunitas literasi tidak hanya menyediakan buku. Ada banyak kegiatan menarik seputar pengembangan literasi. Kami ingin masyarakat menjadikan Pustaka Barakati sebagai rumah untuk belajar, berdiskusi, dan bertumbuh bersama,” jelasnya.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemantik tumbuhnya taman baca dan komunitas literasi lain di Muna Barat, sehingga budaya baca-tulis semakin mengakar hingga ke tingkat desa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!