Upaya La Ode Darwin Berhasil, Muna Barat Masuk Prioritas Perjuangan Ridwan Bae di Pusat

Kunjungan Wakil Komisi V DPR RI, Sekjend Kementerian Transmigrasi RI, Direktur pengembangan Kawasan Transmigrasi serta tim BWS Kendari (Publik Reaction)

MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Upaya Bupati Muna Barat La Ode Darwin dalam memperjuangkan pembangunan daerah membuahkan hasil. Kabupaten Muna Barat kini menjadi salah satu daerah prioritas yang akan terus diperjuangkan Anggota DPR RI, Ridwan Bae.

Usaha itu terbukti saat kunjungan kerja di Kabupaten Muna Barat dimanfaatkan untuk meninjau pekerjaan pengaspalan ruas jalan Desa Momuntu yang bersumber dari anggaran Kementerian Transmigrasi RI tahun 2026. Sabtu (26/9/2026).

Ridwan Bae mengatakan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan program dari pemerintah pusat untuk tahun 2027 dan 2028 mendatang.

“Kami sudah melihat langsung pekerjaan pengaspalan ruas jalan Desa Momuntu. Saya bersama Pak Sekjen dan Bu Direktur melihat apa saja yang masih menjadi kekurangan. Yang pasti, Kabupaten Muna Barat menjadi prioritas saya,” kata Ridwan Bae.

Peninjauan jalan Desa Momuntu (Publik Reaction)

Tidak hanya meninjau ruas jalan Desa Momuntu, Ridwan Bae bersama rombongan juga melihat langsung mata air Fotuno Sangia. Mata air tersebut direncanakan menjadi salah satu sumber pemasok air untuk mengairi areal persawahan masyarakat di Desa Sangia Tiworo, Kasimpa Jaya hingga Desa Barakah.

Ridwan menjelaskan, dirinya turut membawa jajaran Balai Wilayah Sungai (BWS) Kendari karena mendapat informasi mengenai kondisi persawahan di Desa Kasimpa Jaya yang mengalami kekeringan hingga menyebabkan tanaman padi terancam puso.

Sebelumnya, BWS Kendari telah melakukan sejumlah langkah jangka pendek, di antaranya menyiapkan mobil tangki air serta memberikan dukungan bahan bakar minyak (BBM) untuk mesin pompa air.

“Kami juga sudah pergi melihat mata air Fotuno Sangia. Untuk jangka panjang, kita akan membuat bendungan dan kanal. Namun, karena Fotuno Sangia masuk dalam kawasan hutan, tentu harus ada pembagian tugas,” jelasnya.

Peninjauan mata air Fotuno Sangia (Publik Reaction)

Kementerian Pekerjaan Umum melalui BWS Kendari akan mulai menyusun perencanaan pada 2027. Jika proses berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik diharapkan dapat dimulai pada 2028.

“Untuk itu, ada tugas bagi Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, agar berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan terkait kawasan hutan di sekitar mata air tersebut. Sehingga nantinya pembangunan konstruksi oleh BWS, mulai dari bendungan, saluran air dan fasilitas pendukung lainnya, dapat dilakukan,” tuturnya.

Ridwan berharap pembangunan bendungan dan saluran irigasi tersebut dapat memberikan kepastian ketersediaan air bagi masyarakat, khususnya petani, sehingga tidak lagi dihantui persoalan kekeringan.

“Untuk itu, kami meminta doa dari seluruh masyarakat Muna Barat agar apa yang menjadi rencana ini dapat segera terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Muna Barat La Ode Darwin menyambut baik komitmen tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Ridwan Bae yang selama ini turut mengawal dan mendorong berbagai program pembangunan dari pemerintah pusat untuk Muna Barat.

Menurut Darwin, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan karena kemampuan fiskal pemerintah daerah masih terbatas sehingga diperlukan sinergi yang kuat.

“Berbagai program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Di antaranya Inpres Jalan Daerah (IJD), Kampung Nelayan Merah Putih, pengaspalan ruas jalan Desa Momuntu dan masih banyak program lainnya,” kata Darwin.

Peninjauan pembagian bantuan BBM ke petani sawah (Publik Reaction)

Darwin menegaskan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan masyarakat.

“Kalau infrastruktur pengairan bisa diperkuat, tentu akan sangat membantu masyarakat, khususnya para petani. Ini menjadi salah satu hal yang terus kita perjuangkan,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!