Example 728x250

Pemkab Muna Barat Studi Banding ke Sidrap Pelajari Close House

Pemkab Mubar saat berkunjung ke Kabupaten Sidrap. (Publik Reaction/Ist)

SIDRAP, PUBLIKREACTION.ID – Pemerintah Kabupaten Muna Barat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sidenreng Rappang guna mempelajari teknologi close house di bidang peternakan.

Rombongan dipimpin Sekretaris Daerah Ibrahim Rasimu mewakili Bupati, bersama sejumlah Kepala OPD. Kamis (9/7/2028).

Kunjungan ini bertujuan mempelajari kebijakan, strategi, dan praktik terbaik pengembangan sektor peternakan ayam petelur.

Langkah tersebut merupakan upaya Pemkab Mubar memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Hasil studi banding ini akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan dan roadmap pembangunan kawasan peternakan, untuk mewujudkan Muna Barat sebagai sentra produksi telur di Sulawesi Tenggara.

Rangkaian kegiatan diawali penerimaan resmi oleh Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif bersama Forkopimda dan kepala OPD. Diskusi membahas kebijakan peternakan, penarikan investasi, pemberdayaan peternak, dan penciptaan iklim usaha kondusif.

” Kami menyambut baik kunjungan Pemerintah Kabupaten Muna Barat. Kemajuan sektor peternakan tidak hanya ditentukan potensi SDA, tetapi juga komitmen pemerintah membangun ekosistem usaha, mulai dari kebijakan, investasi, pembinaan peternak hingga penerapan teknologi. Semoga apa yang dipelajari di Sidrap dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan peternakan di Muna Barat,” ujar Syaharuddin Alrif.

Usai pertemuan, rombongan meninjau peternakan sapi Brahman terpadu Kelompok Tani Masumpuloloe untuk mempelajari sistem pemeliharaan, pakan, dan manajemen kelompok.

Selanjutnya mengunjungi peternakan ayam petelur modern PT Cahaya Mario. Perusahaan ini mengoperasikan 13 kandang _close house_ dengan kapasitas ±46.000 ekor per kandang. Sistem otomatis mengendalikan suhu, kelembapan, sirkulasi udara, dan pencahayaan.

“Teknologi ini terbukti meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan produksi telur, dan meminimalkan risiko gangguan kesehatan ternak,” papar Pimpinan PT Cahaya Mario, Haji Usman Appas.

Pemkab Mubar juga mempelajari penerapan biosekuriti dan keselamatan kerja yang ketat. Setiap orang wajib menggunakan APD, mengganti pakaian dan alas kaki khusus, serta melalui sanitasi dan disinfeksi sebelum masuk area.

Sekda Muna Barat Ibrahim Rasimu menyebut kunjungan ini bagian dari komitmen mempercepat pembangunan sektor peternakan.

“Sidrap telah membuktikan sektor peternakan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Pengalaman ini menjadi bekal penting menyusun langkah strategis dari sisi kebijakan, investasi, kelembagaan peternak, dan penerapan teknologi sesuai potensi Muna Barat,” ungkap Ibrahim Rasimu.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Muna Barat, La Samaruddin menilai teknologi close house, biosekuriti ketat, dan manajemen terintegrasi di Sidrap sangat relevan jadi referensi.

“Kami memperoleh banyak pembelajaran, mulai dari tata kelola modern, manajemen kesehatan hewan, hingga pola kemitraan. Semua akan kami kaji untuk penyusunan program pengembangan peternakan berkelanjutan di Muna Barat,” jelasnya.

Melalui kunjungan ini, Pemkab Mubar berharap praktik baik Sidrap dapat diadaptasi sesuai karakteristik daerah. Sehingga sektor peternakan berkembang sebagai pilar ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *