MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Delapan tahun. Cukup lama untuk mengenal seluk-beluk sebuah daerah hanya lewat pena, kamera, dan obrolan dengan narasumber di lapangan.
Bagi La Ode Safarudin, 8 tahun itu adalah masa ia belajar menjadi telinga dan mata masyarakat Muna Barat. Meliput pelantikan pejabat, hingga kisah warga pelosok yang jarang tersorot.
Kini, catatan itu ia tutup. Bukan karena berhenti menulis, tapi karena pindah meja. Dari ruang redaksi yang bising deadline, ke gedung DPRD Muna Barat yang penuh dinamika kebijakan.
Pelantikan La Ode Safarudin sebagai anggota DPRD Kabupaten Muna Barat menjadi titik balik. Ia tak lagi bertanya sebagai pewarta, tapi kini ditanya dan dituntut menjawab sebagai wakil rakyat.
Sebagai jurnalis, Safarudin terbiasa turun langsung. Ia tahu persis di desa mana jalan masih rusak, sekolah mana yang kekurangan guru, dan program pemerintah mana yang macet di tengah jalan.
“Selama 8 tahun itu saya banyak mendengar. Mendengar keluhan petani, mendengar aspirasi pemuda, mendengar janji-janji yang belum ditepati,” ujarnya singkat usai pelantikan, Senin (14/9/2026).
Pengalaman itu yang ia bawa ke parlemen. Ia paham, kebijakan yang bagus di atas kertas bisa berbeda jauh saat sampai ke kampung.
Dunia jurnalisme mengajarinya satu hal, transparansi. Dunia politik menuntut hal lain, eksekusi.
Peralihan peran ini bukan mudah. Dari posisi mengkritisi, kini ia ada di posisi yang dikritisi. Dari menulis berita, kini ia yang akan jadi berita.
Tapi justru di situlah tantangannya. Bagaimana semangat jurnalisme – cek dan ricek, berpihak pada fakta, dan dekat dengan rakyat – bisa ia bawa ke dalam ruang sidang?
Masyarakat Muna Barat kini menaruh harapan. Harapan bahwa ada “orang media” di dalam dewan. Orang yang paham cara menyampaikan aspirasi, yang terbiasa mendengar, dan yang tidak takut bersuara.
Bagi Safarudin , amanah ini adalah kelanjutan dari tugas jurnalistiknya. Dulu ia menyuarakan lewat berita. Sekarang ia menyuarakan lewat kebijakan.
“Catatan saya di lapangan belum selesai. Hanya medianya yang berubah,” pungkasnya.













