Atasi Kekeringan, BWS IV Sultra Drop BBM Untuk Alkon Petani di Muna Barat

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin menerima langsung bantuan BBM dari BWS IV Sulawesi Tenggara (Publik Reaction)

MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – BWS IV Sulawesi Tenggara menyiapkan bantuan BBM untuk alkon petani di Kabupaten Muna Barat. Bantuan ini untuk mengairi sawah selama 1 bulan agar lahan terhindar dari gagal panen akibat kekeringan.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin mengatakan BWS IV Sulawesi Tenggara menyiapkan bantuan BBM untuk membantu petani dalam mengairi sawah.

Bantuan ini menyasar petani yang telah mendapatkan bantuan Alkon dan sumber mata air dari sumur bor.

“Semoga ini bisa berlanjut hingga masa panen dan kita menunggu bantuan dari Kementan agar sawah terancam puso dapat terselamatkan,” ujar Bupati Darwin, Kamis (12/8/2026).

Bupati Darwin menjelaskan, setelah ini Dinas Pertanian Muna Barat bersama Kepala BPBD akan mendiskusikan lebih lanjut terkait keberlanjutan bantuan dari BWS IV Sultra.

Ia juga telah menghubungi Kementan melalui Dirjen Lahan dan Irigasi. Saat ini Kementan akan segera melakukan pendampingan dan memberikan perhatian khusus kepada petani sawah di Muna Barat yang mengalami kekeringan.

“Dinas Pertanian juga telah menyiapkan administrasi untuk permohonan bantuan ke Kementan dan akan ditindaklanjuti Dirjen Irigasi dan Lahan Pertanian,” kata Bupati Darwin.

Bantuan BBM ini diharapkan dapat menyelamatkan lahan pertanian yang terancam gagal panen atau puso akibat kekeringan.

Pemkab Muna Barat berkomitmen terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementan dan BWS IV Sultra agar petani tetap bisa melakukan pengairan hingga masa panen tiba.

Dengan sinergi ini, diharapkan produksi padi di Muna Barat tidak terganggu meski musim kemarau melanda.

Kepala Dinas Pertanian Muna Barat, Nestor Djono mengatakan saat ini ada 60 unit Alkon yang dioperasikan petani. Setiap Alkon membutuhkan 4 liter BBM untuk bisa mengairi sawah selama 7-8 jam.

“Besok akan dilanjutkan kembali karena tidak di-drop satu kali. Penyaluran disesuaikan dengan jumlah Alkon yang ada di petani dan sesuai kondisi di lapangan. Bantuan ini akan berlangsung selama 1 bulan,” jelasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!