MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Memasuki usia ke-12 tahun Kabupaten Muna Barat mencatatkan sejumlah capaian strategis di tahun pertama kepemimpinan Bupati La Ode Darwin dan Wakil Bupati Ali Basa.
Di tengah tantangan fiskal akibat kebijakan efisiensi nasional dan berkurangnya transfer anggaran dari pemerintah pusat, Pemkab Muna Barat berhasil merealisasikan program prioritas di bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, hingga pelayanan publik.
Pemkab menyebut penguatan diplomasi pembangunan dengan pemerintah pusat menjadi kunci. Sejumlah program berhasil direalisasikan diantaranya:
Konektivitas dengan kembali beroperasinya penerbangan di Bandara Sugimanuru dan penyeberangan KMP Pulau Rubiah rute Tondasi–Torobulu.
Infrastruktur yaitu pembangunan jalan hotmix sepanjang 9,8 kilometer dan dukungan pembangunan Pasar Sentral Guali.
Ekonomi yaitu rencana pembangunan Gudang Bulog kapasitas 4.000 ton dengan nilai investasi ±Rp150 miliar serta Sektor Primer yaitu Bantuan untuk pertanian dan perikanan.
Di bidang tata kelola pemerintahan, Pemkab menerapkan SIM-ASN untuk meningkatkan disiplin pegawai, kebijakan domisili ASN guna mendorong perputaran ekonomi lokal, dan pertahankan seluruh PPPK di lingkungan Pemkab.
Kesehatan yakni dukungan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat senilai Rp12 miliar, pembangunan Rumah Sakit Tipe C dengan total investasi ±Rp158 miliar, bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat Pemerintah RI.
Pendidikan dan SDM yaitu Program Satu Kartu Keluarga Satu Sarjana melalui beasiswa, bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis untuk 3.407 siswa TK, SD, dan SMP, dan fasilitasi pendirian perguruan tinggi bersama ITBK Muhammadiyah Muna Barat, serta
inisiasi pembangunan Sekolah Rakyat
Pertanian yaitu rehabilitasi jaringan irigasi 2.985 meter di 4 wilayah, bantuan 5 traktor roda empat, 5 jonder, dan 7 hand tractor, benih jagung 1.500 hektare untuk 153 kelompok tani, benih padi 750 hektare untuk 36 kelompok tani, 24 ruas Jalan Usaha Tani sepanjang 19.787 meter.
Peternakan yaitu 405 ekor sapi, 112 ekor kambing, 11.000 ekor ayam pedaging, 28.200 ekor ayam petelur, dan bantuan pakan ternak
Perikanan yaitu 23 paket bantuan kapal, bagang, dan alat tangkap modern, 111.800 benih ikan air tawar untuk 6 kelompok pembudidaya dan bantuan peralatan pengolahan hasil perikanan dari Pemprov dan Pusat.
Program Makan Bergizi Gratis berjalan dengan 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang melayani ±22.000 penerima manfaat.
Pemkab mulai mengembangkan sektor pariwisata melalui konsep Liwu Mokesa. Fokusnya pada Ekowisata Pulau Indo, destinasi gugusan pulau di Selat Tiworo, serta integrasi pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah.
Seluruh capaian ini merupakan bagian dari realisasi visi Muna Barat Tumbuh, Sehat, dan Keren (Liwu Mokesa) yang dijalankan pada tahun pertama kepemimpinan La Ode Darwin – Ali Basa.














