MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Sebanyak 7 kasus Tuberculosis (TBC) ditemukan di wilayah Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat. Menyikapi hal tersebut, Puskesmas Lailangga melakukan tracking kontak erat dan pemeriksaan kesehatan gratis di wilayah kerjanya.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Muna Barat, Wa Sunia, mengatakan tracking atau investigasi kontak merupakan langkah utama untuk menemukan kasus TBC secara dini.
“Tujuan tracking TBC yang pertama sebagai kunci penemuan kasus, karena dengan tracking atau investigasi kontak merupakan langkah utama menemukan kasus TBC secara dini,” kata Wa Sunia.
Tujuan kedua, kata dia, adalah mencegah penularan. Sebab satu pasien TBC dengan BTA atau Bakteri Tahan Asam positif dapat menularkan atau menginfeksi 10-15 orang di sekitarnya dalam kurun waktu satu tahun.
“Ketiga, risiko terhadap keluarga. Keterlambatan tracing meningkatkan risiko penularan pada anggota keluarga serumah atau kontak erat,” jelasnya.
Selanjutnya, tracking bertujuan untuk menemukan kasus TBC secara dini melalui skrining gejala dan faktor risiko, serta menemukan infeksi laten tuberkulosis.
“Kita tahu bakteri tuberkulosis ini kalau daya tahan tubuh masih kuat dia dorman atau tidur di dalam tubuh, dan ketika daya tahan tubuh lemah maka dia dapat menginfeksi. Di situlah peran aktif tracking itu,” ungkapnya.
Setelah ditemukan kasus positif melalui penelusuran, maka akan diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk mencegah infeksi laten berkembang menjadi TBC aktif sekaligus memutus mata rantai penularan.
Wa Sunia menjelaskan, sasaran tracking adalah mereka yang kontak serumah, yakni orang yang tinggal dalam satu rumah dengan pasien indeks atau pasien yang telah dinyatakan terinfeksi TBC melalui pemeriksaan bakteriologis.
Kemudian kontak erat, yaitu orang yang berinteraksi dengan pasien cukup lama seperti di tempat kerja, sekolah, dan asrama. Serta kelompok risiko tinggi seperti anak usia di bawah 5 tahun, pasien HIV/AIDS, pasien diabetes melitus, dan gizi buruk.
“Pengertian tracking adalah apa yang dilakukan tenaga kesehatan untuk melacak keluarga atau kontak erat dari pasien yang positif menderita penyakit tuberkulosis,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Lailangga, Siti Marlina, mengatakan 7 kasus TBC ditemukan sebelum dilakukan tracking. Pihaknya kemudian melakukan tracking untuk pendeteksian dini terhadap orang-orang yang berkontak langsung dengan penderita TBC.
“Kita lakukan tracking ke 100 orang, namun hasilnya tidak ditemukan gejala setelah tracking TBC tersebut,” ujarnya.
Untuk 7 kasus TBC yang telah ditemukan, pihak puskesmas melakukan pengecekan kepatuhan minum obat setiap hari selama 6 bulan.
“Setelah alur pemeriksaan lanjutan TBC, pihak puskesmas melakukan beberapa langkah yaitu Anamnesis Gejala, Evaluasi Kepatuhan, pemeriksaan dahak, dan pemeriksaan mikroskopis,” pungkasnya.













