MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Pernyataan salah satu tokoh yang terus-menerus menyudutkan Pemerintah Daerah (Pemda) Muna Barat dinilai tidak lagi mencerminkan kritik konstruktif, melainkan sarat dengan kepentingan tertentu.
Hal tersebut disampaikan tokoh pemuda Kusambi Raya. Menurut Sadam, alih-alih menawarkan solusi, narasi yang dibangun justru terkesan tendensius dan berulang, seakan menutup mata terhadap berbagai capaian yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menegaskan, masyarakat Muna Barat sudah cukup cerdas untuk membaca arah dan motif di balik kritik-kritik tersebut. Menurutnya, apa pun kebijakan atau program yang dijalankan Pemda, selalu dianggap keliru oleh pihak yang sama.
Dari rangkaian pernyataan yang dilontarkan selama ini, Sadam menilai arah kritik tersebut sudah mudah ditebak. Ia menyebut pola semacam itu sebagai cara lama yang dibungkus dengan dalih kritik, padahal menyimpan kepentingan tersembunyi.
Sadam juga mengingatkan bahwa dalam kondisi fiskal daerah yang masih terbatas, seluruh elemen masyarakat seharusnya bahu-membahu memikirkan solusi dan masa depan daerah.
Tanggung jawab pembangunan, bukan semata milik pemerintah daerah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Muna Barat.
Ia menilai berbagai program yang dijalankan Pemda saat ini sudah cukup dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, ia mengimbau agar ruang publik tidak terus dipenuhi narasi provokatif yang dikamuflase sebagai kritik.
“Jangan lagi masyarakat diprovokasi dengan narasi kebencian. Kritik boleh, tapi harus jujur dan berdasar,” ujarnya, Selasa (23/12/2025).
Terkait program-program pemerintah pusat yang masuk ke Muna Barat, Sadam menegaskan bahwa hal tersebut bukan datang begitu saja, melainkan melalui proses, kerja keras, dan komunikasi pemerintah daerah.
“Masyarakat tahu siapa yang bekerja di balik itu. Tidak ada yang numpang tenar. Faktanya, pembangunan ada. Program Inpres Jalan Daerah itu bersumber dari APBN, tapi ada andil pemerintah daerah. Tidak ujuk-ujuk datang sendiri,” jelasnya.
Sadam mengimbau agar narasi-narasi negatif yang berpotensi menimbulkan kegaduhan segera dihentikan. Ia menegaskan, kritik tetap diperlukan, namun harus disampaikan tanpa standar ganda dan tanpa memaksakan kehendak.
“Soal prestasi pemerintahan, ada lembaga kredibel yang sudah didelegasikan negara untuk mengukurnya,” tutupnya.














