Example 728x250

Dinkes Catat HIV di Muna Barat Meningkat, 4 Kasus Baru Per Mei 2026

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muna Barat, Arif Ndaga. (Publik Reaction)

MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Muna Barat mencatat 70 orang penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) hingga 2026. Angka itu termasuk 4 kasus baru yang ditemukan per Mei 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Muna Barat, Arif Ndaga menyebut kondisi ini sudah masuk kategori serius. Dari 70 penderita, 14 orang meninggal dunia, 31 orang rutin berobat, dan 32 orang putus obat atau tidak mau minum ARV.

“Kasus baru per Mei 2026 sebanyak 4, sehingga bisa dikatakan jumlah pengidap HIV di Muna Barat bertambah setiap tahun,” ujar Arif.

Arif menjelaskan penyebaran HIV di Muna Barat banyak dipicu oleh perantau yang pulang ke daerah dalam kondisi sudah terinfeksi. Setelah dilakukan screening, status HIV mereka baru diketahui.

Kasus paling banyak terjadi pada usia produktif 30-40 tahun. Menurutnya, kelompok usia ini sangat rawan karena masih aktif secara seksual.

Ia menekankan pentingnya kesadaran dan kepatuhan minum obat. Maka dari 31 orang hendaknya sadari diri bahwa minum obatnya saja teratur.

“Obatnya seumur hidup, sampai mati tetap minum obat terus,” kata Arif.

Masalah terbesar saat ini adalah 32 penderita yang melarikan diri dan menolak bertemu petugas. Padahal tanpa pengobatan rutin, risiko penularan ke pasangan dan keluarga kecil jadi lebih tinggi.

“Kesadaran masyarakat terkait HIV masih kurang. Kalau tidak menahan diri untuk melakukan hubungan seks di luar nikah, pasti istrinya terjangkit,” jelasnya.

Untuk itu, Dinkes bersama Puskesmas dan penanggung jawab program terus melakukan edukasi dan pemantauan ke lapangan. Tujuannya agar penderita memahami bahwa minum ARV secara teratur itu penting untuk menekan penyebaran dan menjaga kesehatan.

Ia menekankan, HIV tidak menular lewat kontak fisik biasa seperti berjabat tangan, makan bersama, atau tinggal serumah. Penularan utama melalui hubungan seks tanpa pengaman, jarum suntik tidak steril, dan dari ibu ke bayi saat hamil/menyusui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *