MUNA BARAT, PUBLIK REACTION.ID – Muna Barat berturut-turut mendapatkan posisi pertama dalam penilaian ombudsman, Bupati Muna Barat menjadikan ini sebagai tantangan besar dalam membangun Muna Barat.
Pantauan media, bupati Muna Barat bersama OPD terkait menerima penghargaan di Kantor Ombudsman perwakilan Sulawesi Tenggara. Rabu (12/3/2025).
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin mengatakan upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Muna Barat terus dilakukan dengan serius dan telah menunjukkan hasil yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian sebagai berikut, yaitu pada 2021 Muna Barat yang masih berada dalam zona merah dengan perolehan nilai 34,19 dan menempati posisi ke 15 dari 17 kabupaten/kota se Sulawesi Tenggara.
Kemudian, tahun 2022 naik ke zona kuning dengan nilai 69,27 dan menempati posisi pertama dari 17 kabupaten dan kota se Sulawesi Tenggara, serta tahun 2023 naik ke zona hijau dengan perolehan nilai 81,84 kategori B dengan raihan opini kualitas tinggi.
“Di tahun 2024 Alhamdulillah naik lagi dengan nilai 93,46 kategori A, opini kualitas tertinggi,” ujarnya.
Darwin katakan dengan capaian ini semakin mengokohkan Kabupaten Muna Barat menempati posisi pertama se Sulawesi Tenggara dalam tiga tahun berturut-turut.
Hasil ini diperoleh selain karena bimbingan dari ombudsman melalui workshop sebelum waktu penilaian juga tentunya karena keseriusan dari pemerintah kabupaten Muna Barat yang diimplementasikan oleh kepala OPD dan seluruh jajarannya dengan serius dan penuh tanggung jawab dalam pemenuhan standar layanan serta kualitas petugas layanan.
Selanjutnya, pendampingan yang dilakukan oleh ombudsman kepada OPD sasaran penilaian menjadi faktor yang paling besar pengaruhnya karena menjadi acuan kami dalam melakukan dan persiapan penilaian sekaligus sebagai ajang penilaian mandiri sebelum dinilai serta menjadi acuan pengalokasian anggaran dari pimpinan daerah.
Untuk itu, ia mengharapkan ombudsman perwakilan Sulawesi Tenggara masih bersedia mendampingi dalam kegiatan seperti tahun sebelumnya berupa workshop peningkatan kualitas pelayanan publik dan workshop pengelolaan pengaduan ke seluruh staf OPD yang akan dinilai.
Ia mengatakan tantangan terberat tahun 2025 di Muna Barat yaitu mempertahankan raihan yang telah dicapai selama tiga kali berturut-turut menduduki posisi pertama di Sulawesi Tenggara karena kabupaten lain telah melakukan kegiatan pendampingan dari ombudsman dan tentunya memaksimalkan pemenuhan sarana prasarana serta infrastruktur.
Di tahun 2025 ini, pemerintah daerah akan menargetkan untuk tetap mempertahankan posisi ini, serta bersama kepala OPD dan jajaran mengambil peran masing-masing untuk untuk melakukan langkah strategis guna perolehan target tersebut.
Selain itu, salah satu komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang tidak kalah penting adalah program strategis yang sementara dilaksanakan dan akan dituntaskan pembangunannya adalah pembangunan kantor bupati, pembangunan kantor DPRD, dan pembangunan mal pelayanan publik yang bertujuan memudahkan pelayanan ke masyarakat karena seluruh instansi publik baik otonom kabupaten, otonom provinsi maupun pusat. (Red)














