KENDARI, PUBLIK REACTION.ID – Pukulan telak bagi masyarakat yang kendaraannya mogok diduga karena pertalite oplosan, pihak SPBU merespon untuk lapor ke aduan pelayanan.
Fenomena mogoknya ratusan motor di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara membuat masyarakat resah dengan adanya dugaan bahan bakar jenis pertalite dioplos.
Seorang warga Kendari, Ramadhan mengeluhkan motornya tiba-tiba ngadat seusai mengisi bensin di SPBU, padahal selama ini tidak ada masalah apapun selama ia mengisi bahan bakar. Ia juga telah mengadu melalui online dan juga ke pihak SPBU tetapi mendapatkan solusi tak tepat.
“Saya sudah lapor tetapi pihak pertamina, tetapi jawabannya tidak ada masalah karena sampel mereka jernih,” ujar Ramadhan.
Tak hanya itu, bagi para pengemudi ojol yang motornya mogok bukan sekadar bertanya-tanya, tetapi juga mencari jawaban yang lebih dari sekadar untuk melapor ke 135. Sebab, bagi ratusan ojol mesin yang tak lagi menyala bukan sekadar masalah teknis melainkan pukulan langsung yang berimbas pada mata pencaharian.
Menanggapi fenomena tersebut, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Sulawesi Tenggara (Sultra), Rachman Siswanto menegaskan bahwa SPBU hanyalah penyalur, bukan produsen BBM. Jika masih ada yang merasa dirugikan, solusi yang ditawarkan untuk lapor ke 135.
Rachman juga menegaskan bahwa SPBU hanya menjual BBM yang dikirimkan oleh Pertamina, sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Kami ini cuma operator ya. Artinya kami ini membeli BBM di Pertamina. Kami ini mitra. Kami ini Hiswana adalah organisasi mitra Pertamina. Jadi apa yang kami salurkan ini, kami bukan produsen. Kami tidak memproduksinya. Jadi apa yang kami beli, itulah yang kami salurkan,” ujarnya, Kamis (6/3/2025).
Sehingga, pernyataan tersebut semakin menegaskan bahwa jika ada keluhan, tanggung jawab ada di pihak lain. Masyarakat, terutama para ojol yang kini kebingungan diarahkan untuk menyampaikan aduan mereka langsung ke Pertamina melalui layanan 135.
“Silahkan komplain ke situ, bertanya tentang apa saja pertanyaan yang ingin ditanyakan, yang sekiranya mengganjal hati dan pikiran kita,” pungkasnya.
Sementara itu, hasil investigasi Pertamina dan instansi terkait sebelumnya menyatakan bahwa tidak ditemukan indikasi oplosan dalam BBM yang dijual di SPBU Kendari. Pengecekan visual dan uji densitas menunjukkan bahwa Pertalite yang beredar masih sesuai standar.














