Example 728x250

Mahasiswa KKN UHO Hijaukan Pesisir Desa Lemo dengan 1.000 Mangrove

BOMBANA, PUBLIKREACTION.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Halu Oleo (UHO) Batch 2 sukses melaksanakan program kerja lingkungan berupa penanaman 1.000 pohon mangrove.

Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Desa Lemo serta pendampingan dari penyuluh perikanan setempat.

Penanaman mangrove tersebut dinilai sangat penting untuk mencegah abrasi, menyerap karbon dioksida, serta menjaga habitat biota laut yang menjadi penopang utama kehidupan nelayan Desa Lemo.

Penyuluh Perikanan, Sirajuddin, menilai aksi mahasiswa KKN UHO tepat sasaran sebab mangrove adalah aset besar bagi masyarakat pesisir. Kehadirannya tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga punya nilai ekonomi tinggi karena menjadi ekosistem penyangga bagi perikanan tangkap.

“Kami bangga bisa mendampingi mahasiswa KKN UHO dalam program ini, karena mereka mampu mengajak masyarakat untuk terlibat langsung menjaga kelestarian laut kita,” jelasnya.

Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Lemo, Hasan menyebut kegiatan ini sebagai investasi besar bagi generasi mendatang.

“Kami sebagai pemerintah desa merasa sangat terbantu dan berterima kasih kepada mahasiswa KKN UHO yang sudah menunjukkan kepedulian besar terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya, Kamis (21/8/2025).

Penanaman 1.000 pohon mangrove ini akan menjadi warisan bagi generasi mendatang sekaligus memperkuat perlindungan wilayah pesisir Desa Lemo dari ancaman abrasi.

Sementara itu, koordinator kelompok KKN Desa Lemo, Nawir mengaku bangga dengan pencapaian mereka karena program kerja ini bisa terlaksana dengan baik walaupun dari kelompoknya tidak ada yang berasal dari jurusan perikanan.

Sehingga dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari Pemerintah Desa serta pendampingan penyuluh perikanan, akhirnya kegiatan ini bisa berjalan lancar.

“Kami berharap pohon-pohon mangrove yang kami tanam hari ini bisa tumbuh subur dan memberi manfaat besar bagi masyarakat Desa Lemo. Melalui program kerja ini, kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa bisa memberi kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ungkap Nawir.

Ia menambahkan, KKN tidak boleh hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa meninggalkan dampak. Kami berharap melalui program ini ada jejak nyata yang benar-benar hidup untuk masyarakat,” tambahnya.

Melalui kolaborasi mahasiswa KKN UHO, Pemerintah Desa, dan penyuluh perikanan, Desa Lemo diharapkan menjadi kawasan pesisir yang lebih tangguh, sehat, dan produktif. Program ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan lewat kerja sama dan gotong royong.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *