Example 728x250

Ini Motif Tenunan Khas Muna Barat Dilirik Gubernur Sulawesi Tenggara

Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjend (Purn) Andi Sumangerukka saat berkunjung ke stand pameran Muna Barat. (Foto: Ist)

KOLAKA, PUBLIKREACTION.ID – Pamerkan tenunan unggulan dengan berbagai motif yang telah menjuarai skala nasional, Gubernur Sulawesi Tenggara dan ketua Dekranasda Sulawesi Tenggara bertandang ke stand Muna Barat untuk membeli tenunan motif Botu Botobo yang dipadukan dengan motif Kenta Nedole.

Dalam HUT Sulawesi Tenggara, seluruh kabupaten/kota memajang hasil kerajinan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tak terkecuali dengan Kabupaten Muna Barat yang kembali memamerkan tenunan unggulan dengan berbagai motif yang telah menembus skala nasional.

Pantauan media, di stand pameran Muna Barat dipamerkan langsung cara menenun beserta hasil tenunan dan makanan khas Muna Barat, sehingga hal itu menarik perhatian Gubernur dan Ketua Dekranasda Sulawesi Tenggara serta Ketua DPRD Sulawesi Tenggara untuk berkunjung ke stand Muna Barat.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjend Andi Sumangerukka turut memberikan sumbangsi ke pelaku UMKM sebesar Rp 1,1 juta serta Ketua Dekranasda, Arinta Nila Hapsari membeli tenunan dengan motif Kenta Nedole yang dipadukan dengan motif Botu Botobo.

Seorang penenun asal Muna Barat, Wa Ode Marsina sangat antusias dengan kunjungan Gubernur, Ketua Dekranasda dan Ketua DPRD Sulawesi Tenggara ke stand Muna Barat, terlebih Gubernur tertarik dengan hasil tenunannya.

“Kami sangat antusias karena Gubernur dan Ketua Dekranasda Sulawesi Tenggara melirik stand Muna Barat, apalagi sampai membeli hasil tenunan di sini,” ujarnya, Jumat (25/4/2025) malam.

Tenunan yang dilirik oleh Ketua Dekranasda Sulawesi Tenggara memiliki arti bahwa Botu Botobo atau keris sebagai alat perlindungan diri orang tua zaman dulu saat masa penjajahan karena pada waktu itu belum menggunakan senjata, kemudian motif Kenta Nedole yang berarti ikan merupakan hasil laut karena tenunan Muna Barat selalu menampilkan motif hasil kekayaan alam di daerah tersebut

Selanjutnya, tenunan yang dihasilkannya itu pernah mendapat juara 3 pada ajang perlombaan skala nasional dibawah naungan Dinas Koperasi Muna Barat pada tahun 2023 lalu sehingga harapannya tenunan asal Muna Barat ini dapat berkecimpung hingga skala internasional.

Penulis: Putri

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *