Example 728x250

Ini Langkah Penanganan Pasien RSUD Muna Barat Sebelum Terjadi Ricuh

Kepala Dinas Komfostadi Muna Barat, Al Rahman. (Foto: Ist)

MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Terkait beredarnya video insiden kekerasan di RSUD Muna Barat, pihak RSUD Muna Barat menegaskan telah melayani pasien sesuai SOP.

Pihak RSUD Muna Barat melalui Kepala Dinas Kominfostadi, Al Rahman menyampaikan dalam rilis pers bahwa proses penanganan pasien yang dilakukan tim medis RSUD Muna Barat.

Pasien bernama Andriani (52) merupakan korban kecelakaan lalu lintas yang di terjadi di wilayah Tiworo Tengah, sehingga penanganan awal pasien dilakukan oleh Puskemas Tiworo Tengah dalam hal ini dokter puskesmas tersebut.

Seusai dokter puskesmas melakukan penanganan terhadap pasien tersebut yaitu dijahit dan dibalut oleh dokter Puskesmas menyarankan agar pasien tersebut dirujuk ke RSUD untuk di rontgen, karena khawatir jangan sampai ada retak di kepala bagian depan sehingga disepakati pasien di rujuk ke RSUD Muna Barat.

Kemudian pada pukul 12.30 wita tepatnya 21 Juni 2025, pasien datang ke RSUD Muna Barat, sehingga mendapat pemeriksaan awal, dengan kondisi pasien ketika sampai di IGD RSUD Muna Barat dalam keadaan sadar penuh ditandai dengan pasien dapat menjawab pertanyaan dari tim medis.

Saat itu keluhan pasien nyeri pada kepala dan tangan, pusing +, mual dan muntah -, pandangan berkabur -, pingsan -. Setelah selesai tanya jawab/ anamnesis maka lanjutkan pemeriksaan fisik. Kemudian tekanan darah pasien 130/77, nadi 120, pernapasan 20 kali per menit, suhu badan 36,5.

Kondisi pasien stabil atau tidak dalam kondisi kritis, tetapi mengalami luka robek pada Regio frontal (kepala) serta luka yang telah dijahit hingga ke dahi pasien dan pendarahan minimal.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan lab lengkap kepada pasien serta melakukan terapi, pada pukul 12.45 pasien diberikan obat infus Ringer Lactat (RL), ⁠Oksigen 3 lpm atau liter per menit, Ranitidine 1 amp, Ketorolac 1 amp, Asam Traneksamat 1 amp, dan ⁠Citikolin 1 amp.

Selanjutnya dilakukan rujukan ke RSUD Bahteramas yang telah siap menerima pasien rujukan, sehingga pihak RSUD menyiapkan ambulance namun dalam proses persiapan tersebut.

Tetapi saat itu, salah satu keluarga korban melakukan pengambilan gambar melalui rekaman video secara live di media sosial sambil teriak-teriak, memaki dan lainnya. Sehingga memicu keributan, kekerasan dan pengrusakan fasilitas RSUD.

Namun dalam keadaan apapun pelayanan RSUD Muna Barat terus berjalan sehingga pukul 15.25 pasien diantar menggunakan ambulance ke pelabuhan Tondasi, kemudian pukul 16.00 fery bertolak menuju Pelabuhan Torobulu dan selanjutnya ke RS Bahteramas, Kota Kendari.

Penulis: Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *