Example 728x250

Gerakan Pangan Murah, Bupati Muna Barat Subsidi Beras ke Masyarakat

Masyarakat wilayah Tiworo berlomba-lomba membeli beras dengan harga subsidi. (Foto: Publik Reaction)

MUNA BARAT, PUBLIK REACTION.ID – Kerjasama dengan Bulog Raha dan distributor, Pemda Muna Barat memberikan subsidi harga beras di Gerakan Pangan Murah.

Pantauan media, Gerakan Pangan Murah dilaksanakan serempak melalui via zoom Se Sulawesi Tenggara, sehingga Gerakan Pangan Murah di Muna Barat di laksanakan bertempat di Desa Wapae, Kecamatan Tiworo Tengah.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin mengatakan bahwa pemerintah kabupaten Muna Barat bekerjasama dengan Perum Bulog Raha serta distributor sembako untuk mengadakan pasar murah ke masyarakat setempat.

Gerakan pasar murah bertujuan untuk tetap menstabilkan harga sembako dibandingkan dengan harga sembako yang ada di pasar sebab saat ini sembako harganya melonjak tinggi.

Untuk itu, ia memberikan subsidi beras SPHP bagi masyarakat setempat, sementara bahan pokok lainnya masyarakat masih tetap mendapatkan di bawah harga pasar.

“Beras saya subsidikan sebanyak 50 persen sehingga warga hanya membeli senilai Rp 30.000 dari harga Rp 60.000,” ujarnya, Rabu (19/3/2025).

Sementara itu, Kabulog Perum Raha, Hendra Dionisius mengatakan di gerakan pangan murah tersebut pihaknya hanya memastikan masyarakat mendapatkan pangan dengan harga terjangkau.

Untuk itu, pihaknya menyuplai bahan pokok mencakup beras SPHP sebanyak 1,5 ton, minyak goreng sebanyak 240 liter, gula pasir sebanyak 200 kilogram, dan tepung terigu sebanyak 50 kilo gram.

Terkait harga sembako tersebut, beras SPHP per kilogram senilai Rp 12.000, minyak goreng per liter 18.500, gula pasir per kilogram senilai Rp 17.500, dan terigu per kilogram sebanyak Rp 11.500.

“Terkait subsidi harga beras yang diberikan bupati, kami akan dikoordinasikan ke Dinas Ketahanan Pangan,” ujarnya via WhatsApp.

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan Muna Barat, La Ode Aka mengatakan pihak Pemda juga melibatkan distributor dalam memasok telur, bawang merah, dan bawang putih. Bahan pokok tersebut dijual dengan harga terjangkau tanpa merugikan pihak distributor.

“GPM ini akan terus dilaksanakan, selanjutnya akan dilaksanakan di wilayah Kusambi dan Lawa,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *