MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Gempa yang terjadi di Muna Barat mengakibatkan SDN 3 Barangka yang telah lama tak direhabilitasi menjadi semakin rusak parah.
Diketahui, gempa yang terjadi di Muna Barat berkekuatan 4,4 magnitudo serta disusul gempa berkekuatan 4,6 magnitudo sehingga hal ini berdampak pada fasilitas umum misalnya di SDN 5 Napano Kusambi serta SDN 3 Barangka.
Kondisi SDN 3 Barangka saat ini tidak memungkinkan pasalnya bangunan sekolah tersebut telah lama sehingga terdampak paling parah misalnya pada gedung perpustakaan yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kemudian berdasarkan video yang nampak yaitu plesteran tiang telah rusak, tegel pecah, serta plafon roboh.
Untuk itu, Anggota DPRD Muna Barat, La Ode Harlan Sadia turun langsung meninjau kondisi SDN 3 Barangka atas laporan masyarakat mengenai kerusakan parah yang dialami sekolah akibat gempa.
Ia mengatakan kondisi gedung yang terdampak gempa saat ini tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena berpotensi ambruk.
Gedung perpustakaan yang juga difungsikan sebagai ruang kelas dan kantor sekolah mengalami kerusakan paling parah yaitu plesteran dinding rontok dan retak, serta kolom depan bangunan juga rontok, menciptakan kondisi yang sangat memprihatinkan.
“Kita harus mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi anak-anak kita adalah generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Selain itu, Harlan juga menyoroti kondisi keseluruhan gedung di SDN 3 Barangka. Menurutnya, sekolah ini hanya memiliki 5 Ruang Kelas Baru (RKB) ditambah dengan gedung perpustakaan.
Harlan katakan seharusnya ada 6 RKB pasalnya sekolah tersebut memiliki kekurangan kelas sehingga gedung perpustakaan terpaksa dijadikan 2 RKB, yaitu ruang belajar dan kantor.
Ia berharap Pemda Muna Barat segera memberi perhatian khusus dari pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Muna Barat.
Sehingga anggaran yang ada, baik dari APBD kabupaten maupun APBN, seharusnya bisa dialokasikan untuk perbaikan sekolah ini.
“Saya meminta lembaga pemerintahan segera menindaklanjuti masalah ini. Kita harus memastikan ada alokasi anggaran di tahun 2025 atau 2026 nanti, karena kondisi sekolah ini sangat memprihatinkan. Jangan sampai ada korban,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah seharusnya sudah memberikan perhatian sejak tahun 2023, ketika salah satu gedung sekolah mengalami kerusakan parah.
“Ini seharusnya menjadi indikator penting bagi dinas pendidikan untuk menentukan sekolah-sekolah mana yang membutuhkan perhatian lebih,” pungkasnya.














