MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Lewat ajang fashion show, tim Dekranasda Muna Barat memperkenalkan dan meningkatkan peminat tenunan khas lokal dengan berbagai motif kearifan lokal.
Ajang fashion show itu dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke- 11 Muna Barat dan HUT ke- 80 RI, digelar di pelataran bupati Muna Barat, Kamis (14/8/2025).
Fashion show dibuka dengan penampilan Bupati Muna Barat bersama Ketua Dekranasda Muna Barat, disusul oleh Wakil Bupati bersama staf Ahli TP PKK Muna Barat, kemudian Sekda bersama Ketua Dharma wanita Muna Barat, asisten dan staff ahli Setda Muna Barat bersama istri, serta penampilan seluruh kepala OPD bersama istri.
Dalam ajang itu, tidak hanya memperagakan gaya khas model tetapi turut memamerkan tenunan dengan motif khas lokal buatan pelaku UMKM di Muna Barat.
Ketua Dekranasda Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin mengatakan ajang fashion show yang digelar bukan sekedar harmonisasi semata tetapi wadah dalam memperkenalkan tenunan khas daerah ke masyarakat luas dengan harapan tenunan Muna Barat dapat dikenal dan dilirik hingga ke kancah nasional atau internasional.
“Tentunya sebelum memperkenalkan ke kancah nasional, kita harus perkenalkan ke masyarakat lokal dulu, sehingga tenunan khas daerah diminati oleh masyarakat Muna Barat serta dilirik oleh daerah-daerah lainnya di Sulawesi Tenggara, dan kemudian booming hingga kancah nasional,” ujarnya.
Rhika katakan ini juga sebagai wujud komitmen pihaknya dalam menyejahterakan para pelaku UMKM karena dengan kegiatan-kegiatan yang terus memperkenalkan produk daerah menjadi wadah pemasaran tenunan.
Untuk itu, ia berharap tenunan khas lokal tidak hanya digunakan oleh kalangan orang dewasa tetapi tenunan tersebut dapat digunakan oleh kalangan kaum muda dan anak-anak sebagai wujud kecintaan terhadap daerah serta peminat tenunan ber-regenerasi.
Sementara itu, Sekretaris Dekranasda Muna Barat, Wa Ode Sitti Hamzia mengatakan ajang promosi tenunan bukan hanya dituangkan ke ajang fashion show tetapi akan ada event besar lainnya.
“Ke depannya kita akan membuat event besar untuk memperkenalkan kearifan lokal Muna Barat khususnya tenunan khas daerah,” pungkasnya.
Untuk diketahui, dalam ajang fashion show beberapa kepala OPD bersama istrinya menampilkan tenunan dengan motif kenta nedole, motif jati, motif lobster, kepiting, motif sukun, motif layang-layang, masjid, dan beberapa hasil kekayaan alam daerah dan keberagaman budaya yang melekat di kain tenun tersebut.
Tenunan-tenunan tersebut juga merupakan karya dari para penenun berasal dari Desa Waulai, Kecamatan Barangka dan Desa Lahaji, Kecamatan Napano Kusambi.
Penulis: Putri Wulandari














