MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Surat edaran BGN Nomor 3/2026 jadi acuan penyaluran menu basah dan kering di dapur SPPG Sawerigadi Kabupaten Muna Barat dengan fokus kecukupan gizi penerima manfaat.
Ahli Gizi SPPG Sawerigadi, La Ode Muhammad Sukri Yusuf mengatakan bahwa penyaluran MBG di Dapur SPPG Sawerigadi tetap merujuk surat edaran BGN Nomor 3 tahun 2026 yakni terdiri dari menu basah dan menu kering dengan tetap memperhatikan perujukan angka kecukupan gizi penerima manfaat.
Sehingga dalam seminggu terakhir, pihaknya menyepakati bahwa selama Ramadhan penerima manfaat kategori peserta didik diberikan MBG menu kering, sementara untuk penerima manfaat 3B diberikan menu basah dan menu kering (selang-seling) di tiap minggunya.
“Penyalurannya tetap dilaksanakan di sekolah masing-masing, sementara 3B diserahkan ke kader lalu dibagikan ke rumah penerima manfaat,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Namun, dalam penyaluran menu keringat itu ditemui beberapa kendala terlebih saat Ramadhan yakni dengan tetap memperhatikan dari kualitas makanan yang tidak tidak mudah rusak, buah tidak dianjurkan buah potong, dan buah yang bertahan lama, sebab dikhawatirkan akan membusuk jelang buka puasa.
Kemudian, saat ini sudah mulai kekurangan bahan baku utamanya susu dan buah semakin langkah, sehingga ahli gizi mengupayakan pengambilan paket menu kering dari bahan lokal itu juga tidak merugikan masyarakat sekitar.














