MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Carut marut kasus dugaan pencabulan di pondok pesantren Darul Mukhlasin As Saniy berujung kebakaran pondok asrama putri.
Saat dikonfirmasi tim media, Kapolsek Kusambi, Ipda Ahmad Amin menjelaskan kronologis kejadian bahwa berdasarkan keterangan saksi Asri (22), saat itu ia bersama kawannya sedang duduk di pos istiqbal tepatnya di depan pintu masuk Pondok Pesantren.
Kemudian, kawannya bernama Sugeng keliling kontrol sekitar pondok, tetapi saat berada di belakang pondok asrama putri, Sugeng berteriak bahwa ada orang, kemudian Asri dan lainnya berlari ke arah kebun belakang ponpes asrama putri saat mendengar teriakan.
Namun, sesampainya di lokasi tersebut, saksi tidak sudah melihat orang, kemudian skasi balik ke pondok untuk membangunkan santri yang lain tepatnya di pondok Putra.
Kemudian, saksi melihat api sudah menyala dari Asrama Putri bagian ujung timur dan langsung berteriak bahwa ada api, sehingga bersama penghuni pondok yang lain mencoba untuk memadamkan api dengan alat seadanya.
“Saat ini pihak kepolisian sedang menyelidiki terkait kasus kebakaran ponpes,” ujar Ahmad Amin.
Selanjutnya, sekira pukul 02.30 api berhasil dipadamkan oleh santri dan penghuni pondok pesantren yang seketika hujan deras.
Atas kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa namun kerugian materil ditaksir mencapai sebesar Rp. 200.000.000 (Dua ratus juta rupiah).
Bangunan dan Barang yang terbakar yaitu bangunan semi permanen dua lantai dengan di bawah tembok atas papan kayu 20 x 6 meter persegi, kitab Alquran, ijazah santri, dan pakaian santri serta lemari dan kasur santri.
Untuk diketahui, ketika terjadi kebakaran Asrama putri pondok Pesantren Darul Mukhlasin dalam kondisi kosong karena santriwati sudah pulang ke rumah masing-masing, hal tersebut sesuai kesepakatan atas kasus dugaan pencabulan yang sesuai hasil rapat antara Pemda Muna Barat, DPRD Muna Barat dan Pihak Pondok Pesantren yang berlangsung pada hari Rabu, 11 Februari 2026 bertempat di Pondok Pesantren.
Adapun yang masih tinggal di dalam lingkungan pondok pesantren Darul Mukhlasin yaitu pimpinan pondok pesantren, pengajar dan santri yang berasal dari luar daerah Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu ustadz berjumlah 3 orang, santri berjumlah 8 orang, anak ustadz berjumlah 4 orang, dan istri ustadz sebanyak 2 orang.














