MUNA BARAT, PUBLIK REACTION – Kepala BKKBN Muna Barat, La Ode Andi Muna mengatakan data stunting di kabupaten Muna Barat per Oktober 2024 yaitu tercatat sebanyak 313 kasus dan saat ini masih sementara dilakukan intervensi.
“Data stunting di Muna Barat menurun dari tahun 2023 sebanyak 31,7 persen menjadi 24,4 persen di tahun 2024,” ujarnya, Senin (23/12/2024).
Ia juga mengatakan persebaran kasus stunting hampir di seluruh kecamatan yang ada di Muna Barat, tetapi kasus stunting di Muna Barat terbanyak ada di Kecamatan Tiworo Utara tepatnya di Puskesmas Bero tercatat ada 66 kasus. tuturnya.
Untuk di puskesmas Maginti tercatat sebanyak 12 kasus, Pajala sebanyak 18 kasus, Tiworo Selatan sebanyak 12 kasus, Tiworo Tengah sebanyak 20 kasus, Tondasi sebanyak 20 kasus, Tiworo Kepulauan sebanyak 31 kasus, Marobea sebanyak 11 kasus.
Lalu di Puskesmas Lailangga tercatat 18 kasus, Lawa sebanyak 11 kasus, Barangka sebanyak 21 kasus, Wuna sebanyak 18 kasus, Kampobalano sebanyak 11 kasus, dan Guali sebanyak 2 kasus.
Dalam rangka pencegahan, pihaknya terus melakukan edukasi masyarakat agar memahami faktor-faktor menyebabkan stunting baik dari gizi dan faktor lingkungan masyarakat. Serta masyarakat yang disasar yaitu bayi, anak-anak, remaja, dan calon pengantin.
Kemudian, pihaknya membentuk tim pendamping keluarga di Kabupaten Muna Barat sebanyak 86 tim sebanyak 264 orang yang tersebar di 11 kecamatan.
Laporan: Muh. Adam
Editor: Jul














