MUNA BARAT, PUBLIK REACTION.ID – Hujan deras melanda Muna Barat mengakibatkan SMPN 2 Sawerigadi terendam banjir serta sebagian gedung mengalami kerusakan.
Hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Muna Barat beberapa waktu lalu mengakibatkan banjir pada beberapa titik.
Seperti yang terjadi di SMPN 2 Sawerigadi Kecamatan Sawerigadi terlihat halaman dan belakang gedung sekolah terendam banjir bahkan lesplang gedung itu jatuh. Nasib untung, tidak menimpah siswa yang ada di sekolah itu.
Hujan dan angin kencang yang terjadi sehari sekitar 11.00-15.30 wita, Rabu, 8 januari 2025 lalu itu membuat warga sekolah yang terletak di Desa Lombu Jaya itu was-was apalagi kejadiannya saat proses belajar mengajar sedang berlangsung.
Salah seorang guru sekolah La Salimu saat ditemui menyebut kondisi gedung mengalami kerusakan parah, atap seng berterbangan, dan plafon berjatuhan karena kayunya yang sudah lapuk.
“Olehnya itu, guru dan siswa selalu waspada berada dalam kelas, takutnya pada saat angin kencang kayu plafon berjatuhan. Ini sungguh memprihatinkan,” ujarnya.
Selain itu, ia mengaku memang halaman depan pada saat hujan selalu tergenang air tetapi akan kembali surut.
“lain hal belakang itu, banjirnya tetap. setelah ditimbun halaman depan airnya lari kebelakang karna kerendahan.” tuturnya.
Untuk itu, pihaknya berharap ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah untuk dapat diperbaiki.
“Mudah-mudahan kedepannya pihak terkait punya perhatian besar untuk dilakukan perbaikan. Sedangkan untuk rehabnya memang ada beberapa ruangan yang perlu direhap karena temboknya sudah berjatuhan/kropos. Pokoknya nanti pihak-pihak terkaitlah yang datang melihat bangunan disekolah ini,” harapnya.
Ditempat yang sama, salah seorang siswi mengaku takut dan tidak nyaman belajar saat peristiwa itu terjadi.
“Hujanya deras dan angin kencang membuat kami keluar ruangan. Kami takut,” ungkap siswa yang tidak menyebut namanya itu.
Terlihat, banjir dan kerusakan pada sekolah yang dibangun pada tahun 2002 itu diposting dimedia sosial oleh netizen dan mendapatkan beragam komentar dari warga +62.
Reporter: Muhammad Adam














