MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat saat ini tercatat 2.460 porsi. Jumlah itu menyusul masuknya peserta didik baru tahun ajaran 2026.
Ahli Gizi Dapur SPPG Sawerigadi, La Ode Muhammad Sukri Yusuf mengatakan kapasitas distribusi masih terbatas karena belum terpenuhinya sertifikasi tenaga.
“Untuk koki memang harus bersertifikat chef. Di SPPG Sawerigadi kepala koki sudah mengikuti pelatihan, tetapi sertifikatnya belum ada. Karena itu pendistribusian maksimal saat ini 2.500 porsi,” ujar Syukri di Muna Barat, Juma (24/7/2026).
Berdasarkan ketentuan Badan Gizi Nasional, dapur SPPG yang kepala kokinya telah memiliki sertifikat chef diperbolehkan melayani hingga 3.000 porsi. Sementara dapur yang belum memiliki sertifikat chef dibatasi maksimal 2.500 porsi.
Selain chef, seluruh relawan di setiap divisi juga wajib memiliki sertifikat hygiene dan sanitasi. “Saat ini ada relawan yang telah mengikuti pelatihan di masing-masing divisi,” jelasnya.
Sukri merinci sejumlah klasifikasi yang harus dipenuhi dapur SPPG. Di antaranya penyedia halal, audit BNSP atau pemeriksaan kedua, sertifikat HACCP, serta sertifikat hygiene dan sanitasi.
Tim audit dari Sucofindo telah turun langsung melakukan pemeriksaan ke Dapur SPPG Sawerigadi. Namun hingga kini sertifikat hasil audit tersebut belum diterbitkan.
“Audit sudah dilakukan Sucofindo. Kita masih menunggu penerbitan sertifikatnya,” pungkasnya.














