Sidak ke Sekolah, Dikbud Pastikan Layanan Pendidikan dan Kesiapan Guru di Muna Barat

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muna Barat, La Samahu saat memimpin upacara di SDN 2 Tikep (Publik Reaction/Ist)

MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Komitmen meningkatkan mutu pendidikan terus dikuatkan Pemerintah Daerah. Salah satunya melalui peninjauan langsung ke satuan pendidikan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, mulai dari administrasi, proses belajar mengajar, hingga kondisi sarana dan prasarana.

Dalam sidak yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, La Samahu menyambangi sejumlah sekolah di wilayah Tikep. Dua di antaranya adalah SMP Satap 1 Tikep dan SD 2 Tikep yang menjadi perhatian khusus karena lokasinya berada di daerah yang aksesnya cukup menantang.

Peninjauan ini tidak hanya sebatas formalitas. Pemerintah ingin melihat langsung bagaimana proses pembelajaran berlangsung, kesiapan guru, dan kondisi fisik sekolah yang menjadi tempat anak-anak menimba ilmu setiap hari.

Dalam pertemuan dengan kepala sekolah dan dewan guru, ditegaskan bahwa pelayanan pendidikan harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada celah yang membuat proses belajar mengajar terganggu.

“Untuk memastikan pelayanan pendidikan di setiap satuan pendidikan, kami turun langsung. Termasuk melihat langsung kondisi sarana prasarana di sekolah,” ujarnya, Senin (14/9/2026).

Lebih lanjut disampaikan, dengan kondisi yang sudah dipantau langsung, maka tidak ada lagi alasan bagi guru untuk tidak mengajar tepat waktu. Begitu juga dengan persiapan pembelajaran di kelas.

Guru dituntut hadir lebih awal, menyiapkan materi, dan memastikan seluruh siswa mengikuti kegiatan belajar dengan baik.

Disiplin waktu menjadi salah satu indikator penting. Sebab keterlambatan guru masuk kelas, sekecil apa pun, akan berdampak pada berkurangnya jam efektif belajar siswa.

“Kami ingin budaya disiplin ini terbangun. Guru adalah contoh. Kalau guru datang tepat waktu dan siap mengajar, maka siswa juga akan ikut disiplin,” tegasnya.

Selain aspek SDM, tim juga mengecek sarana dan prasarana. Mulai dari kondisi ruang kelas, meja kursi, toilet, hingga akses air bersih dan listrik.

Dari hasil peninjauan, ditemukan beberapa catatan yang akan segera ditindaklanjuti. Pemerintah berkomitmen bahwa sekolah, terutama yang berada di wilayah terpencil seperti Tikep, harus mendapatkan perhatian yang sama dengan sekolah di pusat kota.

Kondisi bangunan, kelengkapan alat peraga, hingga fasilitas penunjang KBM menjadi fokus. Karena lingkungan belajar yang layak akan sangat berpengaruh pada semangat belajar siswa dan kenyamanan guru dalam mengajar.

Sebagai bentuk dukungan nyata agar guru dapat menjalankan tugas dengan maksimal, Pemerintah telah menyiapkan mes guru di SMPN Satap 1 Tikep dan SDN 2 Tikep.

Kebijakan ini diambil karena memahami tantangan yang dihadapi guru di wilayah tersebut. Jarak tempuh, keterbatasan transportasi, dan kondisi geografis sering menjadi kendala guru untuk bisa hadir tepat waktu.

“Dengan adanya mes guru, kami berharap guru yang bertugas di sini bisa lebih fokus. Tidak perlu lagi khawatir terlambat karena jarak atau cuaca. Mereka bisa tinggal di lokasi, bangun lebih pagi, dan langsung bersiap untuk mengajar,” jelasnya.

Mes guru ini diharapkan menjadi solusi agar guru lebih disiplin dan proses belajar mengajar bisa dimulai sesuai jadwal. Fasilitas tempat tinggal yang layak juga diyakini akan meningkatkan motivasi dan loyalitas guru untuk mengabdi di daerah.

Kepala sekolah di kedua satuan pendidikan tersebut menyambut baik kebijakan ini. Mereka menilai mes guru akan sangat membantu, terutama bagi guru yang berasal dari luar wilayah Tikep.

Ia menegaskan bahwa peninjauan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala. Tujuannya agar setiap kebijakan dan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh siswa maupun guru.

“Kami berkomitmen untuk terus memantau. Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kalau pondasinya kuat dari sekolah, maka ke depan daerah kita akan memiliki generasi yang siap bersaing,” ujarnya.

Selain pengawasan, Pemerintah juga membuka ruang komunikasi. Guru dan kepala sekolah diminta aktif menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan agar bisa segera dicarikan solusi.

Dengan sinergi antara Pemerintah, sekolah, dan masyarakat, diharapkan kualitas pendidikan di Tikep terus meningkat. Anak-anak bisa belajar dengan tenang, guru mengajar dengan nyaman, dan orang tua tidak perlu khawatir dengan masa depan pendidikan anaknya.

Langkah kecil seperti memastikan guru datang tepat waktu dan menyediakan tempat tinggal layak, adalah bagian dari upaya besar membangun peradaban melalui pendidikan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!