SURABAYA, PUBLIKREACTION.ID – Provinsi Jawa Timur berhasil melampaui target nasional Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Hingga September 2026, capaian LP2B Jatim sudah mencapai 87,34% dari Lahan Baku Sawah (LBS).
Angka itu melampaui target nasional 87% yang seharusnya baru ditargetkan tercapai pada 2029.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid meminta pemerintah daerah segera menindaklanjuti dengan mengintegrasikan penetapan LP2B ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Usulan yang sudah ditandatangani oleh sekda maupun bupati, segera ditindaklanjuti dan dimasukkan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari RTRW provinsi maupun RTRW kabupaten/kota,” tegas Menteri Nusron saat memimpin Rakor Penetapan LP2B di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jumat (11/09/2026).
Menurut Menteri Nusron, integrasi LP2B ke dalam RTRW penting agar perlindungan lahan pertanian tidak berhenti pada aspek administratif. Hal ini juga dimungkinkan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang yang memberi ruang bagi Pemda merevisi RTRW lebih fleksibel.
Secara nasional, penetapan LP2B saat ini telah mencapai 87,60%. Capaian Jatim turut mendukung pemenuhan target nasional LP2B minimal 87% dari LBS sebagaimana ditetapkan dalam RPJMN melalui Perpres Nomor 12 Tahun 2025.
“Saya berterima kasih dan apresiasi sekali dari Jawa Timur. Belum tahun 2029, usulannya sudah mencapai angka 87,34%. Jadi, dengan bantuan ini, kami bersyukur sekali sudah menyelesaikan pekerjaan KPI secara nasional. Harusnya pekerjaan selesai tahun 2029, sudah selesai di bulan September 2026,” ungkap Menteri Nusron.
Untuk mempercepat, Kementerian ATR/BPN bersama Kemendagri juga menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) yang memungkinkan penghitungan capaian dilakukan secara agregat di tingkat provinsi. ATR/BPN juga siap memberikan dukungan teknis kepada Pemda dalam penyusunan maupun revisi RTRW.
“RTRW itu menjadi panglima dalam pembangunan. Kompas atas pembangunan ini adalah rencana tata ruang dan wilayah,” tutur Menteri Nusron.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyampaikan, dari capaian 87,34% tersebut, 18 kabupaten/kota telah memenuhi target 87% melalui LP2B murni, dan 11 kabupaten/kota lainnya mencapai target dengan faktor penambah. Sementara 9 kota masih memiliki tantangan karena karakteristik wilayah perkotaan.
“Kami juga ingin berterima kasih kepada rekan-rekan semua, para bupati dan wali kota yang telah bekerja sama. Alhamdulillah, dengan kerja sama ini kita bisa memenuhi target,” ujar Emil Dardak.
Rakor ini turut dihadiri Dirjen Tata Ruang Suyus Windayana, Dirjen PPTR Lampri, Kakanwil BPN Jatim Muhammad Naim, Sekda Jatim Adhi Karyono, serta para kepala daerah se-Jawa Timur.
Sumber: Kementerian ATR/BPN













