Example 728x250

DPRD Muna Barat Apresiasi Respons Cepat Bupati, Dorong Solusi Permanen Atasi Krisis BBM

Anggota DPRD Muna Barat, La Ode Sariba (Publik Reaction/Ist)

MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Muna Barat, La Ode Sariba, mengapresiasi langkah cepat Bupati La Ode Darwin yang langsung turun meninjau antrean panjang di SPBU Suka Damai akibat terbatasnya pasokan Pertalite.

La Ode Sariba menilai kehadiran Bupati di lapangan menunjukkan kepedulian nyata.Langkah antisipatif Bupati berupa koordinasi distribusi dan imbauan ASN mampu menggunakan Pertamax juga diapresiasi.

“Ini mencerminkan semangat gotong royong agar masyarakat kecil tetap dapat BBM subsidi,” ujarnya.

Menurutnya, antrean bukan hanya soal distribusi harian. Kebutuhan BBM Muna Barat sudah melebihi kuota yang ditetapkan.

Solusi Jangka Pendek yang Diusulkan DPRD yaitu evaluasi penyaluran oleh Pertamina Patra Niaga agar pasokan lebih stabil, penambahan kuota sementara saat kebutuhan tinggi dan perkuat koordinasi dengan Pemprov Sultra dan Pemerintah Pusat.

Solusi Jangka Panjang yaitu  Perjuangkan penambahan kuota BBM subsidi berdasarkan data kebutuhan riil Muna Barat. Jumlah kendaraan terus naik tapi kuota tetap. Tambah titik distribusi dengan bangun SPBU baru dan SPBU Kompak di wilayah jauh dari SPBU Suka Damai. Jangan hanya mengandalkan 1 SPBU. Komunikasi intensif dengan Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, dan Pusat agar Muna Barat dapat perhatian khusus.

La Ode Sariba juga membela peran pengecer BBM. Di desa-desa jauh, pengecer jadi ujung tombak karena jarak ke SPBU puluhan KM.
Ia mendorong pembinaan, bukan pemberantasan. Pengecer harus jadi mitra distribusi yang legal, tertib, dan terawasi. Ini sekaligus memudahkan pengawasan subsidi.

Sebagai Komisi III, DPRD berkomitmen mendorong koordinasi lintas sektor untuk
penambahan kuota, peningkatan infrastruktur distribusi, dan kebijakan yang berpihak ke masyarakat.

“Momentum ini harus dipakai membenahi sistem distribusi energi secara menyeluruh. Tujuannya bukan hanya mengurangi antrean hari ini, tapi memastikan akses energi yang adil dan berkelanjutan sampai ke wilayah terpencil,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *