Dari Pembinaan Usia Dini Hingga Juara Umum, Percasi Muna Buktikan Konsistensi

Percasi Kabupaten Muna (Publik Reaction)

MUNA, PUBLIKREACTION.ID – Seminggu telah berlalu sejak Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Sulawesi Tenggara usai digelar. Namun gaung keberhasilan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Muna masih terus menjadi perbincangan masyarakat.

Bukan tanpa alasan. PERCASI Muna tidak hanya sukses menjadi tuan rumah pertama Kejurprov di Bumi Sowite, tetapi juga berhasil keluar sebagai Juara Umum. Raihan 3 Emas, 2 Perak, dan 2 Perunggu menjadi bukti nyata kerja keras panjang pengurus, pelatih, dan atlet.

Keberhasilan ini bukanlah keberuntungan sesaat. Perjalanan PERCASI Muna menuju puncak dimulai sejak kepengurusan baru periode 2025–2029 di bawah komando Ketua Jalaluddin Madjinuhu, S.T.

Sejak awal tahun 2026, pembinaan atlet digencarkan secara masif. Sasaran utamanya adalah bibit muda. Pelatihan rutin diberikan untuk pelajar tingkat SD, SMP, SMA, hingga kategori umum.

Selain itu, dibentuk kelompok latihan rutin di beberapa titik di Muna. Pengurus juga aktif mengirim atlet untuk berkompetisi di luar daerah agar jam terbang dan mental bertanding terus terasah.

“Jadi keberhasilan meraih 3 emas, 2 perak, dan 2 perunggu sekaligus menjadi tuan rumah bukanlah kebetulan. Ini buah dari sistem pembinaan dan latihan yang dirancang dan dijalankan secara konsisten sejak lama,” ujar salah satu pengurus PERCASI Muna.

Menariknya, semangat itu juga ditunjukkan langsung oleh pucuk pimpinan. Ketua PERCASI Muna, Jalaluddin Madjinuhu, akhir tahun lalu berhasil meraih gelar Master Nasional (MN) pada Kejuaraan Nasional Catur di Mamuju, Sulawesi Barat.

Prestasi itu menjadi bukti bahwa seorang pemimpin organisasi juga bisa menjadi atlet berprestasi. Semangat inilah yang kemudian menular ke seluruh tim dan memotivasi para atlet muda untuk terus berlatih.

Langkah brilian PERCASI Muna dalam membangun pembinaan dari bawah ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari Ketua PERCASI Sulawesi Tenggara sekaligus Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua.

Menurut Hugua, pembinaan mulai dari SD, SMP, hingga SMA adalah langkah strategis. Dengan fondasi sejak dini, pola pikir dan pemahaman taktik catur atlet akan terbentuk lebih kokoh saat memasuki kategori remaja dan dewasa.

Kini, pandangan seluruh pengurus, pelatih, dan atlet PERCASI Muna sudah beralih ke target yang lebih besar: Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sulawesi Tenggara.

Bagi mereka, keberhasilan di Kejurprov bukanlah garis finis. Ini justru menjadi gerbang pembuka menuju panggung yang lebih bergengsi dan persaingannya jauh lebih ketat.

“Kami tidak ingin cepat puas. Juara umum di Kejurprov ini harus jadi motivasi untuk tembus prestasi lebih tinggi di Porprov. Target kami, Muna bisa bicara banyak di ajang itu,” kata Jalaluddin.

Untuk menghadapi Porprov, program latihan intensif akan kembali ditingkatkan. Pemusatan latihan, uji coba dengan daerah lain, dan evaluasi teknis menjadi agenda utama dalam beberapa bulan ke depan.

Dengan sistem pembinaan yang berjalan dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, catur Muna kini mulai diperhitungkan di kancah Sultra. Dari yang dulunya hanya ikut meramaikan, kini Muna sudah menjadi salah satu barometer pembinaan catur di provinsi.

Keberhasilan menjadi tuan rumah dan juara umum juga diharapkan bisa menjadi pemantik semangat masyarakat Muna untuk lebih mencintai olahraga otak ini.

Karena di balik setiap langkah bidak di papan catur, ada kerja keras, strategi, dan mimpi besar yang sedang dibangun PERCASI Muna: mengharumkan nama Bumi Sowite hingga tingkat provinsi dan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!