Example 728x250

Bupati Muna Barat Target Swasembada Beras di Akhir 2026

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin bersama Dandim 1416 Muna, serta Kabulog Raha turun langsung meninjau potensi persawahan di Lawada Jaya. (Foto: Publik Reaction)

MUNA BARAT, PUBLIK REACTION.ID – Dukung program Presiden RI, Bupati Muna Barat targetkan mampu swasembada beras dengan turun langsung meninjau potensi percetakan sawah dan mendengar keluhan petani di Desa Lawada Jaya.

Kunjungan Bupati Muna Barat, La Ode Darwin bersama Dandim 1416 Muna, Kabulog Raha, dan lainnya ke lokasi persawahan Desa Lawada untuk mendengarkan langsung keluhan masyarakat terkait suka duka yang dihadapi petani saat masa tanam hingga pasca panen. Selasa (15/4/2025).

Di pelataran sawah dan disaksikan oleh sejumlah masyarakat, La Ode Darwin meminta masyarakat untuk membantu menyukseskan program ketahanan pangan dengan target di akhir tahun 2026 Muna Barat menjadi daerah swasembada beras serta berharap luas persawahan akan bertambah menjadi 3000-5000 hektare.

Pasalnya, selama ini beras yang dikonsumsi oleh masyarakat banyak bersumber dari luar daerah, kemudian lahan yang masih luas sudah banyak dialihfungsikan, padahal di Desa Lawada Jaya merupakan lumbung padi Kabupaten Muna Barat.

Untuk itu, Darwin bersama Ali Basa hadir untuk mengembalikan Lawada, Sidomakmur, dan sekitarnya sebagai wilayah unggulan pengembangan sawah, dalam menunjang program tersebut di tahun 2025 pihaknya telah menyiapkan bibit padi dengan perkiraan luas lahan sebesar 750 hektare, sehingga ia meminta untuk didata dan diidentifikasi luas lahan yang akan ditanami.

“Selanjutnya, di tahun 2025 ini akan diturunkan bantuan dari pemerintah pusat bahwa akan diberikan bantuan sekitar 1300 hektare cetak sawah baru,” ujarnya.

Kemudian, kebutuhan petani sawah untuk disampaikan agar Pemda menyiapkan dengan segera mungkin sesuai dengan kemampuan anggaran karena masih banyak keluhan di Desa Lawada dan sekitarnya terutama tidak adanya alat panen.

Tak hanya itu, terkait dukungan kebijakan presiden RI, Prabowo Subianto yaitu ketahanan pangan Dandim akan memberikan support sesuai instruksi Presiden, serta Bulog mampu menyerap gabah sesuai harga yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Sehingga hadirnya pemerintah daerah untuk memberikan solusi, terutama pada akses jalan utama Lakalamba-Lawada akan diaspal dalam jangka waktu 1-2 bulan tetapi masyarakat harus membantu program swasembada beras.

Penulis: Putri

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *