MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Wakil Bupati Muna Barat, Ali Basa, menghadiri penyerahan 16 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan aspirasi Anggota DPR RI Komisi IV, Jaelani, kepada kelompok tani di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, Rabu (21/10/2026).
Bantuan yang diserahkan di Aula Kantor Dinas Pertanian Mubar, Desa Maperaha, Kecamatan Sawerigadi, tersebut terdiri atas dua unit traktor roda empat, empat unit traktor roda dua, dan 10 unit mesin pompa air untuk mendukung mekanisasi serta meningkatkan produktivitas pertanian.
Ali Basa mengapresiasi dukungan Jaelani dalam memperjuangkan kebutuhan petani Mubar. Ia menegaskan pentingnya sinergi pemerintah daerah, pemerintah pusat, DPR RI, dan penyuluh pertanian agar bantuan serta program pembangunan dapat menjawab kebutuhan petani di lapangan.
Menurutnya, penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam mengidentifikasi kebutuhan petani, mulai dari jenis tanaman yang dikembangkan hingga peralatan yang diperlukan. Karena itu, komunikasi antara penyuluh dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat meskipun kewenangan penyuluh telah beralih ke pemerintah pusat.
Sementara itu, Jaelani menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebutuhan sektor pertanian Mubar melalui program reguler Kementerian Pertanian maupun aspirasi DPR RI.
Ia meminta pemerintah daerah dan dinas teknis menyiapkan usulan berdasarkan kebutuhan riil, termasuk data calon petani dan calon lokasi (CPCL), agar pengajuan bantuan dapat diperjuangkan sejak awal.
“Jangan berhenti membangun koordinasi. Apa yang bisa kita ambil dan bawa ke daerah harus kita perjuangkan bersama,” kata Jaelani.
Selain traktor dan pompa air, Jaelani juga berkomitmen mengawal kebutuhan alat pertanian lainnya, seperti kultivator dan combine harvester, serta dukungan benih dan sarana-prasarana pertanian. Ia mengingatkan agar alsintan yang telah disalurkan dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan usaha tani.
Kepala Dinas Pertanian Mubar, Nestor Jono, menjelaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. Pengembangannya mencakup komoditas jagung dengan luas tanam sekitar 6.000 hektare per tahun, selain padi dan hortikultura.
Namun, peningkatan produksi masih menghadapi kendala keterbatasan alsintan dan fasilitas pascapanen. Untuk mendukung target luas tanam padi sebesar 453 hektare, misalnya, dibutuhkan sekitar 45 unit traktor berdasarkan perhitungan ideal satu unit untuk setiap 10 hektare lahan.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BPMP) Sulawesi Tenggara, Kamri Alwi, Wakil Ketua DPRD Mubar, La Ode Amin, jajaran Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, serta kelompok tani penerima bantuan.













