Example 728x250

Menu Makan Bergizi Gratis di Muna Barat Terdapat Ulat Sayur, Ini Respon SPPG

Siswa SMPN 1 Barangka menemukan ulat di Makanan Bergizi Gratis. (Foto: Ist)

MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Penemuan ulat oleh siswa penerima Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Muna Barat menimbulkan reaksi publik, begini respon Penanggungjawab Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Diketahui, program MBG di Muna Barat telah berjalan dan saat ini dapur gizi baru didirikan satu unit, serta program tersebut telah diberikan ke siswa SMPN 1 Barangka.

Namun dalam berjalannya program tersebut beredar video berdurasi 22 detik yang memperlihatkan tempat makanan siswa tepatnya di menu sayur terdapat ulat, yang diduga ulat sayur.

Sehingga menimbulkan reaksi publik, salah satunya anggota DPRD Muna Barat, La Ode Harlan Sadia mengarahkan untuk menghentikan sementara penyaluran MBG sebab akan melakukan peninjauan langsung ke dapur umum penyedia MBG.

“Kita pastikan dapur umumnya harus bersih dan higienis,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Barangka, La Piliha mengatakan awalnya ia tidak mengetahui ditemukannya ulat sayur tersebut karena tidak ada informasi dari pihak sekolah.

“Tadi kejadiannya. Tetapi saya tidak tahu sebenarnya, nanti beredar video baru kita ketahui,” ujarnya, (25/4/2025).

Untuk itu, pihak sekolah juga telah melaporkan hal tersebut kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia MBG di SMPN 1 Barangka sehingga ia berharap penyedia MBG lebih teliti agar kejadian tidak terulang.

Pasalnya, pemberian makan bergizi gratis (MBG) ini di sekolahnya sudah berjalan kurang lebih dua minggu dan selama ini lancar dan tidak ada masalah, nanti saat ini baru ditemukan ulat sayur pada menu sayuran.

Sementara itu, Penanggungjawab Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Arman Hasa juga membenarkan ditemukannya ulat pada menu sayur makan yang diberikan ke siswa.

Untuk itu, pihak ha meminta maaf dengan ditemukannya ulat dan akan bekerja lebih baik lagi agar tidak terulang lagi.

Saat ini untuk Kecamatan Barangka diberikan MBG menyasar kurang lebih 2660 siswa.

“Kami tidak pungkiri terjadi di menu sayur, seperti di SMPN 1 Barangka. Ulat ini ditemukan pada menu sayur kacang panjang,” jelasnya.

Arman mengaku salah satu menu MBG saat ini adalah kacang panjang. Untuk penyediaan bahan ini, pihaknya sudah melalui standarisasi di dapur. Dimana, bahan yang disiapkan dilakukan penyortiran, bahan yang bagus diambil dan yang rusak dibuang.

Dalam menyiapkan menu MBG ini, ia menegaskan pihaknya sudah bekerja secara maksimal sesuai dengan standarisasi terkait sortir dan memilih yang bagus dan rusak, dan sebagainya. Sementara untuk bahan baku ini diambil dari masyarakat lokal.

Penulis: Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *