MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Usut video keributan di RSUD Muna Barat, Polres Muna lakukan penyelidikan atas dugaan penganiayaan dan pengrusakan fasilitas rumah sakit.
Penyelidikan tersebut dilakukan setelah masuknya laporan atas dugaan penganiyaan, pencemaran nama baik, dan pengrusakan fasilitas RSUD seusai keluarga pasien mengamuk seperti di dalam video yang telah beredar.
Dalam video tersebut terlihat keluarga pasien sedang membawa pasien ke RSUD Muna Barat, namun saat akan dirujuk ke salah satu rumah sakit yang ada di kota Kendari, mobil ambulance tidak berada di tempat karena diduga kehabisan bahan bakar.
Sehingga, hal tersebut menyulut emosi keluarga pasien karena pasien dianggap kritis. Tak berselang waktu lama, terdengar suara teriakan seorang wanita yang sedang marah hingga mengeluarkan kata-kata tak pantas terhadap pelayanan RSUD.
Tak hanya itu, salah satu nakes diduga dianiaya oleh salah satu keluarga pasien, dan lainnya membanting kursi serta meja di salah satu ruangan rumah sakit.
Aksi saling kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Beruntung salah satu nakes yang diduga menjadi korban amukan keluarga pasien melarikan diri. Hingga video tersebut viral di media sosial baik di platform whatsapp, facebook, maupun instagram.
Saat dihubungi, Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Muna, Ipda Baharudin, membenarkan adanya laporan dari para nakes dan pimpinan RSUD Muna Barat, SF.
Salah satu nakes yang jadi korban adalah MR juga telah melaporkan ke Polres Muna atas dugaan penganiayaan, kemudian SH melaporkan dugaan pengancaman dan pengrusakan fasilitas rumah sakit sedangkan SF melaporkan atas pencemaran nama baik terhadap institusi RSUD.
“Dalam proses penyelidikan, kami akan memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait dalam waktu dekat ini,” ungkapnya saat ditemui di Polres Muna, Selasa (24/6/2025).
Selanjutnya, pihak kepolisian juga telah turun langsung untuk melakukan olah TKP, dengan jumlah personel sebanyak empat orang terdiri dari tim Inafis dan satreskrim.
Penulis: Putri














