JAKARTA, PUBLIKREACTION.ID – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin melakukan audiensi dengan Dirjen Kawasan Pemukiman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk membahas penataan kawasan kumuh di Kabupaten Muna Barat.
Dalam pertemuan itu, La Ode Darwin menyampaikan progres penataan kawasan kumuh Pulau Bangko. Pemerintah daerah berencana mengajukan kembali usulan dengan memperluas cakupan ke seluruh desa di wilayah kepulauan.
Desa yang diusulkan masuk dalam rencana penataan yakni Desa Maginti, Desa Kangkunawe, Desa Gala, Desa Pasipadangan, Desa Santigi, Desa Tiga, Desa Bero, dan Desa Tasipi, Desa Santiri, dan Desa Mandikr. Perluasan ini dilakukan agar cakupan program mencakup prioritas sektor.
“Jadi semua desa di wilayah kepulauan akan kita masukkan tetapi nanti tergantung Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman yang mana akan ditata dan dibangun karena semua desa di wilayah kepulauan masuk dalam kategori kawasan kumuh,” ujar La Ode Darwin. Kamis (21/5/2026).
Pemda Muna Barat juga meminta pendampingan untuk pengusulan Dana Alokasi Khusus (DAK) tematik terkait penataan permukiman terpadu jangka menengah. Kabupaten Muna Barat masuk sebagai salah satu kabupaten terpilih dalam program tersebut.
Untuk tahap awal, Pemda Muna Barat telah mengajukan tiga desa yakni Desa Latawe, Desa Katela, dan Kelurahan Lapadaku. Ketiga wilayah ini dijadwalkan dibangun sampai tahun 2029 mendatang.
Sebagai tindak lanjut, Pemda Muna Barat akan menggelar rapat virtual bersama dinas terkait dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman untuk menyusun proposal sesuai kebutuhan pengajuan DAK tematik.
Visualisasi kawasan kumuh juga akan disiapkan untuk dilaporkan ke kementerian sebagai bukti masih banyak rumah dan kawasan yang membutuhkan perhatian.
Menanggapi usulan tersebut, pihak kementerian menyatakan tertarik sehingga Muna Barat berpotensi mendapatkan program serius dari Kementerian PKP.














