MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Permudah layanan akses pemeriksaan kesehatan, Pemda Muna Barat hadirkan laboratorium kesehatan masyarakat dan dipastikan tahun 2026 dapat beroperasi.
Peletakan batu pertama untuk pembangunan laboratorium kesehatan masyarakat itu bertempat di Desa Nihi, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat. Kamis (7/8/2025).
Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Muna Barat, Ali Basa, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muna Barat, seluruh jajaran OPD, Forkopimda, serta elemen masyarakat.
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, juga dalam menegaskan bahwa keberadaan laboratorium kesehatan masyarakat (Labkesmas) sebagai jawaban atas kebutuhan nyata masyarakat sekaligus langkah maju dalam meningkatkan kualitas kesehatan di daerah.
Kemudian sebagai sarana pemeriksaan kesehatan masyarakat baik untuk penyakit menular maupun tidak menular, tetapi juga untuk pemeriksaan kesehatan lingkungan, kualitas air, dan tempat pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Tak hanya itu, laboratorium tersebut menjadi tempat bagi tenaga medis, tenaga laboratorium, dan mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas mereka melalui penelitian dan pelatihan serta berperan sebagai sumber data kesehatan yang penting serta garda terdepan dalam deteksi dini dan pengendalian penyakit.
Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung dan mengawal pembangunan Labkesmas serta ia menegaskan keyakinannya bahwa dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, pembangunan laboratorium ini akan selesai dengan baik dan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan.
“Kita jaga kebersamaan, kita perkuat kolaborasi, agar pembangunan ini berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat,” ujarnya.
Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Muna Barat, La Ode Mahajaya mengatakan bahwa pembangunan laboratorium ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan total anggaran sebesar Rp13.131.626.250.
Pembangunan ini direncanakan selesai pada Desember 2025, dan diharapkan dapat mulai digunakan pada tahun 2026. Laboratorium tersebut akan menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang berperan penting dalam upaya-upaya pencegahan penyakit.
“Masyarakat Muna Barat selama harus pergi ke Kendari untuk memeriksakan kesehatan mereka ke laboratorium sehingga hadirnya laboratorium ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan pemeriksaan kesehatan,” pungkasnya.
Lebih lanjut, La Ode Mahajaya menambahkan bahwa saat ini proses pengadaan peralatan laboratorium masih dalam tahap pengadaan oleh pihak pusat. Begitu pembangunan gedung selesai, peralatan akan segera dipasang dan siap digunakan.
Penulis: Putri Wulandari














