MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Meningkatkan kerukunan beragam dan cinta kemanusiaan, Kemenag Muna Barat terus melakukan upaya dalam mendeteksi dini konflik sosial yang berdimensi keagamaan.
Kepala Kantor Kemenag Muna Barat, Khalifah mengatakan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) tersebut bagian dari asta protas Kementerian Agama atau delapan program prioritas Kementerian Agama tahun 2025-2029 yaitu salah satunya terkait peningkatan kerukunan dan cinta kemanusiaan.
Berdasarkan surat keputusan Dirjen bimbingan Islam nomor 408 tahun 2005 terkait dengan pelaksanaan penguatan deteksi dini konflik sosial dimensi keagamaan sehingga Kemenag Muna Barat duduk bersama unsur-unsur komunitas, organisasi keagamaan yang terhimpun untuk berdiskusi menyampaikan beberapa hal mengenai potensi-potensi konflik keagamaan.
Maka melalui kegiatan FGD bisa mendeteksi dini atau memberikan peringatan awal terhadap konflik keagamaan.
Hal tersebut juga dilakukan sebagai salah satu langkah untuk memetakan dan mendeteksi masalah-masalah, kemudian mencari solusi terbaik melalui pendekatan humanis yang bersifat damai dan jauh dari kekerasan
Ia mengatakan bahwa di Muna Barat selama ini belum ada ditemukan gejala atau konflik keagamaan tetapi pihaknya terus melakukan deteksi dini terhadap potensi-potensi konflik sosial yang berdimensi keagamaan.
“Konflik sosial yang berdimensi keagamaan itu dapat dideteksi melalui pemberitaan-pemberitaan yang saat ini mudah sekali untuk menyebar,” ujarnya, Kamis (24/7/2025).
Selanjutnya, di Kemenag terdapat penyuluh agama, penghulu, organisasi mitra agama seperti Mubaligh, majelis taklim, pondok pengajian, pesantren, madrasah sehingga harapannya keseluruhannya mempunyai gerakan bersama untuk menciptakan kerukunan di tengah masyarakat.
Untuk itu, seluruh tokoh agama selalu dikumpul untuk mencarikan solusi jika ditemukan titik-titik konflik keagamaan, sehingga sebelum terjadi, tokoh agama harus mendekati umatnya untuk memberikan pemahaman terkait cara beragama yang baik.
Penulis: Putri Wulandari














