Example 728x250

Demo Dugaan Korupsi Eks Plt Kades Guali Berujung Ricuh

Massa aksi saat menyambangi kantor bupati Muna Barat. (Foto: Publik Reaction)

MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Buntut aksi demonstrasi atas dugaan korupsi proyek pembangunan sumur oleh mantan Plt Kepala Desa Guali, Kecamatan Kusambi berujung ricuh dengan personel Polisi Pamong Praja (Pol PP).

Pantauan media, kericuhan terjadi saat Serikat mahasiswa Guali menyambangi kantor Bupati Muna Barat sembari membawa keranda mayat sebagai simbol lemahnya Inspektorat dalam merekomendasikan kasus dugaan penggelapan dana oleh mantan PLT Kades Guali tahun 2024 kepada aparat penegak hukum (APH).

Tak hanya itu, massa demo juga meminta Pemerintah daerah Mubar segera merekomendasikan mantan Kades Guali ke APH.

Saat dihubungi, Koordinator aksi, Raja Saputra, mengatakan bahwa aksi tersebut berjalan dengan damai, namun saat massa menaruh keranda di depan gerbang, seorang anggota Pol PP menendang keranda hingga memicu keributan.

Tak hanya itu, seorang oknum Pol PP juga sempat menarik mikrofon hingga kabelnya terputus saat korlap menyampaikan tuntutan atas demo sehingga ia mengecam tindakan oknum Pol PP.

Raja menjelaskan setelah keributan terjadi Pol PP bersikeras meminta surat izin dengan alasan aksi kami mengganggu ketertiban umum, padahal kedatangan massa aksi hanya untuk bertemu Bupati Mubar La Ode Darwin untuk menyampaikan aspirasi.

“Kami menyayangkan sikap dari Pol PP, padahal kami telah mengantongi izin resmi dari kepolisian, tetapi mereka tetap bersikeras meminta surat izin dengan alasan aksi kami mengganggu ketertiban umum,” ujarnya, Senin (11/8/2025).

Sementara itu, Kasat Pol PP Muna Barat, Liber, menyampaikan belum mendapatkan laporan terkait keributan aksi demonstrasi, namun ia akan mencari tahu terkait persoalan tersebut.

“ Nanti saya cari tahu dulu, saya tadi tidak dilokasi karena ada rapat di DPR,” singkatnya.

Penulis: Putri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *