Example 728x250

Dapur SPPG Sawerigadi Komitmen Utamakan Kualitas Makanan

Dapur SPPG Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat. (Foto: Publik Reaction)

MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Progres mencapai 85 persen, Dapur SPPG Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat telah menyasar 2.356 penerima manfaat makanan bergizi gratis (MBG).

Saat ditemui ahli gizi dapur SPPG Sawerigadi, La Ode Muhammad Sukri Yusuf mengatakan jumlah penerima manfaat saat ini sebanyak 2.355 terdiri 1966 anak tingkat sekolah baik dari TK/Paud hingga SMA sederajat.

Ia mengatakan jumlah sekolah yang telah disasar yakni sebanyak 31 sekolah meliputi 13 TK/Paud, 12 Sekolah Dasar (SD), 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 3 Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Sementara untuk penerima manfaat bumil, busui, dan balita (3b), pihaknya telah menyasar 4 desa yaitu Desa Marobea, Lakalamba, Ondoke, dan Lawada Jaya.

“Dalam beberapa waktu ke depan kita akan maksimalkan penerima manfaat 3b di setiap desa, kita akan koordinasikan dulu terkait lokasi karena lumayan berjarak misalnya di Desa Wakoila dan Waukuni, yang rencananya akan diambil alih oleh SPPG Lakawoghe,” ujarnya.

Pihak SPPG Sawerigadi terus berkomitmen untuk memenuhi standar MBG yang telah ditentukan, misalnya sebagai ahli gizi ia turun langsung mendata penerima manfaat terkait riwayat alergi untuk menyesuaikan perencanaan siklus menu selain dilihat dari kesukaan penerima manfaat, tetapi juga melihat menu yang tidak membuat penerima manfaat menjadi bosan sehingga menu yang diberikan bervariasi.

Tak hanya itu, dalam menu tersebut diperhatikan pula sumber pangan yang berbasis lokal tetapi ketika stok pangan lokal tidak tersedia maka diambil ke kabupaten lain wilayah Sulawesi Tenggara. Dalam menu juga, pihak gizi menyesuaikan angka kecukupan gizi penerima manfaat sesuai klasifikasinya.

Kemudian terkait kelengkapan dapur juga telah maksimal tetapi pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak mitra demi kelancaran pemenuhan MBG untuk mengantisipasi kendala yang tidak diinginkan.

Namun, tidak menutup kemungkinan banyak kendala yang ditemui yakni stok bahan pangan lokal, jarak tempuh penerima manfaat, durasi waktu produksi makanan.

Tetapi pihaknya terus menjamin keamanan hingga sampai ke penerima manfaat, pihaknya selalu memastikan sesuai PO untuk belanja bahan baku, mengecek kesegaran bahan baku yang telah sampai ke dapur sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), setelah itu dari pihak SPPG Sawerigadi menyimpan bahan baku sesuai klasifikasi penyimpanan yaitu gudang kering dan gudang basah.

Tak hanya itu, makanan yang diproduksi juga dipastikan aman dan masih dalam keadaan hangat dan tidak basi hingga ke penerima manfaat. Kemudian, sebelum disalurkan ke penerima manfaat ahli gizi juga selalu mengambil beberapa porsi untuk disimpan sebagai sampel uji kelayakan makanan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *