Example 728x250

Dapur SPPG Sawerigadi Komitmen Depankan Kualitas MBG

Dapur SPPG Sawerigadi, Muna Barat konsisten kedepankan kualitas makanan. (Foto: Ist)

MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Melayani 2.420 penerima manfaat Makanan Bergizi Gratis (MBG), Dapur SPPG Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat mengedepankan higienis makanan.

Ahli Gizi dapur SPPG Sawerigadi, La Ode Muhammad Sukri Yusuf mengatakan untuk saat ini dapur SPPG Sawerigadi telah melayani 2.420 termasuk peserta didik, tenaga pendidik, dan (Busui, Bumil, Balita) 3B.

MBG tersebut dibagi menjadi dua yaitu porsi kecil dan porsi besar. Porsi kecil terdiri dari pelajar paud sebanyak 234, pelajar TK sebanyak 154, pelajar SD kelas 1-3 sebanyak 520, guru sebanyak 13 penerima manfaat, balita sebanyak 207 penerima manfaat, ibu hamil 51, busui sebanyak 160 terdiri dari 4 desa Marobea, Lakalamba, Lawada Jaya dan Ondoke.

Untuk MBG porsi besar terdiri dari kelas 4-6 sebanyak 529 orang, SMP sebanyak 316, SMA sebanyak 210, serta guru 18 orang dari 18 sekolah.

Dalam melayani penerima manfaat tersebut, pihak SPPG Sawerigadi selalu mengedepankan kualitas makanan yakni dengan mengantisipasi bahan pangan yang disalurkan tetap berkualitas yakni dengan melihat terlebih dahulu spesifikasi bahan baku mulai dari kesegaran, tekstur, aroma bahan baku.

“Kalaupun ada jenis buah yang dipotong seperti semangka dan lainnya, kami akan membungkus buah tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan mencegah kontaminasi,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).

Tak hanya itu, SPPG Sawerigadi tetap berpacu sesuai juknis yakni komitmen memanfaatkan bahan pangan lokal. Namun jika tidak ada bahan baku di Kabupaten Muna Barat maka pihaknya mengambil ke kabupaten lain.

Pihaknya juga mengantisipasi rasa bosan penerima manfaat maka pihaknya modifikasi buah sehingga bukan hanya dari buah lokal misalnya pihak dapur mengadakan buah anggur, kelengkeng.

Selanjutnya, sebagai ahli gizi ia menekankan terhadap relawan dapur SPPG Sawerigadi agar memperhatikan terkait kebersihan higiene dan sanitasi saat persiapan, produksi, pengemasan sampai dengan distribusi.

Kemudian pihaknya mengimbau ke penerima manfaat agar sebelum konsumsi makanan, pihak sekolah menguji kelayakan makanan terlebih dahulu sebelum diberikan ke peserta didik, serta penerima manfaat sebelum makan agar cuci tangan dan makanan dikonsumsi sebelum 4 jam setelah diproduksi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *