MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Penerima bantuan di Muna Barat diimbau tidak memperjual belikan dan bertanggung jawab atas bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah.
Imbauan itu diberikan sebab banyaknya bantuan yang diberikan di tahun sebelumnya tetapi tidak ada keberlanjutan dan tidak dipertanggung jawabkan.
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin mengimbau agar bantuan yang diberikan dimaksimalkan sehingga berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta taraf ekonomi warga.
“Saat ini kita berikan bantuan berupa alsintan, bibit sapi, bibit ayam petelur, ayam potong untuk tiga wilayah besar di Muna Barat,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).
Darwin katakan bantuan yang diberikan bersumber dari APBD 2025 untuk menyukseskan program 100 hari dan sejalan dengan program nasional dalam Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto.
Untuk itu, jika penerima bantuan tidak mempertanggung jawabkan bantuan yang diberikan maka akan ada konsekuensi hukum sebab pemerintah daerah dan penerima bantuan telah menandatangani pakta integritas yang disaksikan oleh pihak hukum seperti Dandim, Kejari, dan kepolisian.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Nestor Jono mengatakan pemerintah daerah memberikan hand traktor ke 12 kelompok, traktor ke 14 kelompok, bantuan bibit sapi ke 47 kelompok sebanyak 338 ekor, bantuan ayam petelur ke 23 kelompok sebanyak 20 ribu ekor beserta pakan selama 2 bulan, serta penerima bantuan ayam potong sebanyak 26 dengan jumlah 20.400 ekor.
“Kami akan terus memonitoring progres pemberian bantuan ini dengan menggerakkan para penyuluh pertanian untuk dilakukan pendampingan,” pungkasnya.
Penulis: Putri Wulandari














