MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Sawerigadi merombak siklus menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Mei 2026. Langkah ini diambil usai terbit edaran Badan Gizi Nasional BGN yang membatasi olahan ikan laut dan buah potong.
Ahli Gizi SPPG Sawerigadi, La Ode Muhammad Sukri Yusuf, mengatakan pihaknya sudah memastikan edaran tersebut ke Kepala Regional Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Saat ini membuat siklus menu sesuai SOP lama tetapi tetap menjamin kualitas makanan dan manfaatnya ke penerima MBG,” ujarnya.
Pembatasan dilakukan BGN untuk mencegah risiko keracunan dan tersedak. Beberapa menu yang tidak dianjurkan antara lain:
– Ikan: Semua jenis ikan laut dilarang. Hanya ikan air tawar seperti nila, lele, gurame, patin, mas, mujair, bawal, dan gabus yang boleh, diutamakan fillet.
– Karbohidrat: Semua jenis mie, nasi goreng, nasi kuning, nasi uduk, dan olahan bersantan.
– Protein lain: Telur bercangkang, bakso, siomay, dimsum kecuali olahan sendiri.
– Lainnya: Puding, kolak, telur dadar, scrumble egg, sayur kecambah, dan buah potong.
La Ode Sukri menyebut kebijakan ini menimbulkan kendala di Muna Barat. Ikan air tawar jarang ditemui dan banyak penerima manfaat tidak menyukai olahannya. Untuk buah, buah lokal utuh juga musiman seperti jeruk.
“Pola makan yang berbeda antara Pulau Jawa dan Sulawesi khususnya di Kabupaten Muna Barat jadi pertimbangan,” kata Sukri.
SPPG Sawerigadi kini berkoordinasi dengan Regional Sultra untuk mencari inovasi menu yang sesuai kondisi lokal.
Meski ada pembatasan, SPPG Sawerigadi memastikan kualitas dan kesegaran makanan MBG tetap terjaga selama Mei 2026.














