Example 728x250

Anggota DPR RI, Jaelani Komitmen Perjuangkan Kepentingan Nelayan

Anggota DPR RI, Jaelani saat melakukan reses bersama nelayan. Foto: Ist

MUNA BARAT, PUBLIK REACTION.ID – Permasalahan nelayan di Sulawesi Tenggara didominasi dengan akses modal, Anggota DPR RI, Jaelani berkomitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir.

Jaelani yang kerap disapa bang Jay melakukan kunjungan kerja reses di beberapa pesisir di Sulawesi Tenggara, dalam kunjungan tersebut Jaelani mendengarkan langsung aspirasi nelayan terkait permasalahan yang dihadapi.

Beberapa keluhan yang ia temukan di lapangan yaitu antaranya sulitnya mendapatkan akses modal, harga hasil tangkapan yang rendah, termasuk kerusakan alat tangkap.

Selain itu, ia juga menemukan masalah tingginya biaya yang harus dikeluarkan oleh nelayan saat mencari ikan. Hal ini disebabkan pencemaran lingkungan di wilayah tangkap mereka.

“Saya melihat potensi yang sangat besar di sektor perikanan Sulawesi Tenggara. Namun, banyak kendala yang dihadapi oleh nelayan. Untuk itu, saya akan berupaya semaksimal mungkin untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat nelayan dan pesisir di senayan,” tegas Jaelani dalam rilisnya, Senin (30/12/2024).

Atas permasalahan akses modal, dirinya akan mendorong pemerintah untuk menyediakan program pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau bagi nelayan.

Ia juga mengaku akan memperjuangkan perbaikan dan pembangunan infrastruktur pelabuhan perikanan yang memadai, pasalnya jika prasarana nelayan terpenuhi dapat meningkatkan produksi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan kepulauan.

Namun, Jaelani juga akan mendorong pemerintah untuk mencarikan solusi agar harga jual hasil tangkapan nelayan lebih stabil dan menguntungkan.

Terhadap tingginya biaya produksi akibat dari wilayah tangkapan nelayan semakin menjauh dari daratan, Ketua DPW PKB Sultra ini akan mendorong agar kerusakan wilayah pesisir dapat diminimalisir.

Selanjutnya, pemerintah juga perlu memperhatikan laut di Sulawesi Tenggara yang tercemar akibat industri ekstraktif. Hal ini juga berdampak pada kekeruhan di wilayah tangkap nelayan sehingga berakibat pada nelayan harus pergi menjauh ke lautan karena wilayah pesisir sudah tercemar dan mengakibatkan biaya produksi bertambah. Maka, hal ini harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Terakhir, Jaelani akan mendorong pemerintah untuk memperhatikan peralatan para nelayan yang usianya telah tua seperti kapal beserta alat tangkapnya.

“Bantuan dari pemerintah ini bisa meningkatkan semangat para nelayan untuk terus memenuhi kebutuhan protein masyarakat di Sulawesi Tenggara. Jadi, kita tanpa nelayan ini, tidak bisa makan ikan. Makanya, sektor nelayan, perikanan dan kelautan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *