MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Pemerintah Kabupaten Muna Barat terus mengintensifkan komunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menghadirkan bantuan kapal tangkap modern bagi nelayan.
Upaya itu dilakukan Bupati Muna Barat, La Ode Darwin guna mendorong modernisasi armada di wilayah kepulauan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.
Sebagai tindak lanjut, Tim Direktorat Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan KKP turun langsung melakukan verifikasi di Muna Barat sejak 18 Agustus 2026.
Tim meninjau kelayakan infrastruktur dermaga hingga kesiapan koperasi nelayan calon penerima bantuan kapal besi berkapasitas 30 GT.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Muna Barat, Sukarti Lykra, mengatakan verifikasi merupakan evaluasi lapangan atas berkas usulan yang telah diajukan Pemda Muna Barat.
“Tim dari KKP memastikan kondisi lapangan, mulai dari kelayakan dermaga penunjang hingga kesiapan koperasi nelayan di desa-desa yang diusulkan,” ujar Sukarti usai mendampingi tim verifikasi, Rabu (19/8/2026).
Ia menyebutkan Pemda Muna Barat mengusulkan 7 desa sebagai lokasi penerima bantuan kapal 30 GT terdiri dari Kecamatan Tiworo Utara meliputi Desa Santiri, Desa Tasipi, dan Desa Tiga.
Kemudian, Kecamatan Maginti meliputi Desa Bangko, Desa Gala, dan Desa Kangkunawe serta Kecamatan Tiworo Kepulauan yaitu Desa Katela.
Sukarti menyebut persaingan untuk mendapatkan armada ini sangat ketat. Pada tahap awal secara nasional, KKP hanya memproduksi sekitar 50 unit kapal besi, sementara usulan masuk mencapai ratusan kabupaten/kota.
“Jika Mubar berhasil mendapatkan porsi dari 50 unit tahap pertama ini, tentu ini menjadi capaian luar biasa dan rahmat bagi masyarakat nelayan kami. Ini berkat pengawalan serta arahan langsung dari Bupati Muna Barat, La Ode Darwin,” ungkapnya.
Kendati ada tantangan tata kelola Koperasi Nelayan Mandiri Bersama (KNMB) di tingkat lokal yang masih butuh pembinaan, pihak KKP tetap membuka ruang pendampingan manajemen bagi koperasi calon penerima.
Selain kapal 30 GT, Pemkab Muna Barat juga mengusulkan bantuan kapal fiber di bawah 5 GT lengkap dengan mesin dan alat tangkap untuk 8 kelompok KNMB lainnya.
Pemerintah daerah berharap proses verifikasi ini meloloskan Muna Barat sebagai penerima prioritas. Tujuannya untuk mengoptimalkan potensi laut dan meningkatkan kesejahteraan nelayan lokal secara signifikan.
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, sebelumnya menegaskan modernisasi alat tangkap menjadi prioritas agar nelayan bisa melaut lebih jauh, aman, dan produktif.













