MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Muna Barat resmi dimulai sejak 15 Juni dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Pendataan ini melibatkan 100 petugas lapangan dan 17 pengawas dari BPS Kabupaten Muna.
Sekretaris Daerah Kabupaten Muna Barat, Ibrahim Rasimu meminta seluruh jajaran pemerintah dari tingkat OPD hingga RT untuk mendukung penuh pelaksanaan sensus dengan memberikan akses, keamanan, dan kepercayaan kepada petugas.
“Petugas adalah pejuang data. Data itu juga akan dilindungi undang-undang, tidak dipakai untuk pajak, data hanya digunakan untuk menyusun statistik dan perencanaan pembangunan,” tegas Ibrahim Rasimu.
Ia menyebut dari pendataan ini pemerintah akan mengetahui tiga hal penting: titik pertumbuhan baru, keadilan pembangunan, dan pelaku ekonomi. Ibrahim juga berpesan agar tim BPS Muna Barat bekerja profesional, jaga integritas, dan menjadikan pencanangan ini sebagai pembakar semangat suksesnya sensus.
Kepala BPS Kabupaten Muna, Leman Jaya mengatakan pendataan kali ini mengusung prinsip TIR: Terima petugas sensus, Isi jawaban dengan benar, dan Rahasia terjaga.
Untuk itu, ia mengharapkan masyarakat atau pelaku usaha bisa menerima kedatangan petugas dan menjawab pertanyaan sesuai kondisi lapangan, baik usaha di bidang pertanian maupun bidang lainnya.
“Terkait rahasia terjaga, BPS pastikan data-data yang telah didata akan dijamin kerahasiaannya dan tidak akan diberikan ke pihak manapun. Sasarannya seluruh masyarakat beserta usahanya akan didata dan tidak ada yang terlewatkan,” jelas Leman Jaya.
Tujuan sensus ekonomi untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi dan usaha yang ada di Kabupaten Muna Barat.














