Example 728x250

2.456 Rumah di Pulau Muna Barat Segera Dialiri Listrik

Penerimaan plakat di kegiatan Diseminasi RUPTL di Hotel Claro Kendari. (Foto: Publik Reaction)

MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Sebanyak 11 Desa belum teraliri listrik, Pemda Muna Barat menyiapkan anggaran untuk pemasangan dan penyambungan listrik untuk 2.456 rumah di wilayah kepulauan.

Kegiatan diseminasi RUPTL 2025-2034 terkait rencana strategis PLN dalam meningkatkan rasio elektrifikasi dan mendukung PSN dilaksanakan di Ballroom Claro Hotel, Kendari, Sulawesi Tenggara. Senin (25/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin menjadi salah satu narasumber terkait Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Darwin katakan sebagai pemerintah daerah, pihaknya menempatkan akses terhadap listrik sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan RPJMD tahun 2025-2029, sebab listrik bukan hanya energi tetapi penggerak utama pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan serta pembuka jalan bagi kemajuan desa dan wilayah terpencil.

Namun, saat ini masih ada beberapa desa yang terletak di kepulauan belum teraliri listrik yaitu Kecamatan Tiworo Utara meliputi Desa Santiri, Desa Tiga, Desa Bero, Desa Mandike, dan Desa Santigi.

Kemudian di Kecamatan Maginti terdiri 4 desa yaitu Desa Gala, Desa Pasipadanga, Desa Maginti, dan Desa Kangkunawe. Selanjutnya di Kecamatan Tiworo Kepulauan, masih ada 1 desa yaitu Desa Katela.

“Sehingga total rumah yang belum teraliri listrik PLN di wilayah kepulauan berjumlah 2.456 rumah,” ujarnya.

Kolaborasi yang telah terbangun antara Pemda dan UP2K yaitu tahun 2025 telah disiapkan jaringan listrik super sun PLTS di 4 desa terluar Muna Barat yaitu Desa Bero, Desa Mandike, Desa Santigi, dan Desa Gala.

Pemda Muna Barat bersinergi dan memberikan dukungan penuh terhadap program PLN, baik dari sisi perizinan, fasilitas (lahan), maupun dukungan sosial di lapangan agar seluruh rencana strategis yang dicanangkan dapat terealisasi tepat waktu dan tepat sasaran.

Kemudian, pemerintah daerah juga menjamin pembiayaan sambungan listrik rumah tangga akan ditanggung, sehingga saat ini Pemda menyiapkan anggaran melalui APBD sekitar Rp 500 juta.

Selanjutnya, ia berharap kegiatan ini menjadi titik awal dari penguatan kolaborasi antara PLN dan pemerintah daerah. Selain itu, ia mengajak semua pihak untuk terus menjaga komitmen terhadap transisi energi bersih.

Untuk diketahui, pembangunan listrik di wilayah kepulauan di tahun 2025 yaitu Desa Bero, Mandike, Santigi, dan Gala dengan total rumah sebanyak 428 serta fasilitas umum sebanyak 32.

Kemudian di tahun 2026 yaitu di Desa Tasipi, Pasipadanga, dan Katela dengan total rumah sebanyak 503 serta fasilitas umum sebanyak 21.

Selanjutnya, di tahun 2027 meliputi Desa Santiri, Tiga, Maginti, dan Kangkunawe dengan total rumah sebanyak 1444 serta fasilitas umum sebanyak 31.

Penulis: Putri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *