MUNA BARAT, PUBLIK REACTION.ID – Tampil memukau dengan tenunan motif Otumpe, Ketua Dekranasda perkenalkan Liwu Mokesa di ajang Fashion Show pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Sulawesi Tenggara ke-61.
Pantauan media, ketua Dekranasda pada 16 kabupaten/kota menampilkan tenunan dengan motif keunggulan di daerah setempat, sama halnya dengan Ketua Dekranasda Muna Barat yang turut menampilkan tenunan dengan motif Otumpe atau tumpeng.
Ketua Dekranasda Muna Barat, Rikha Purwaningsih Darwin mengatakan di ajang Hari Ulang Tahun (HUT) Sulawesi Tenggara ke 61 dalam fashion show untuk menampilkan tenunan khas daerah, Kabupaten Muna Barat menampilkan motif Otumpe atau tumpeng yang berarti merupakan salah satu cemilan kekayaan budaya Kabupaten Muna Barat.
Motif Otumpe juga menyimpan makna nilai-nilai luhur yang mencerminkan semangat rasa syukur, harmoni, dan keberagaman masyarakat yang sederhana, berani, dan teguh menjaga nilai adat. Tak hanya itu, Lebih dari itu, Otumpe adalah simbol filosofi hidup sesuai dengan visi Liwu Mokes menuju kampung yang keren.
“Otumpe menggambarkan keharmonisan hidup, keterhubungan dengan alam, dan semangat menjaga warisan leluhur,” ujarnya, Kamis (24/4/2025).
Motif ini juga disusun berdasarkan falsafah hidup masyarakat Muna Barat yaitu Hansuru Hansuru badha sumano Kono Hansuru liwu, Hansuru Hansuru ana liwu sumano Hansuru adhati, Hansuru Hansuru ana adhati sumano tangka agama.
Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya infrastruktur, tetapi juga tentang membangun jati diri, karakter, dan keberlanjutan budaya lokal. Otumpe bukan sekadar motif estetika, tetapi narasi visual dari nilai, harapan, dan identitas masyarakat Muna Barat.
Selain itu, warna tenunan yang ditampilkan juga memiliki arti yaitu warna coklat melambangkan kedekatan dengan alam dan ketulusan, kemudian warna merah melambangkan keberanian dan semangat serta hitam melambangkan kewibawaan dan keteguhan menjaga adat.
Penulis: Putri














